KU BAYAR HUTANG SUAMIKU dengan TUBUHKU
Napasnya tertahan.
“Jawab, Mas! Jangan cuma diam aja!”
Sentakan Diana membuat bahunya terlonjak. Suaranya bergetar, tapi bukan karena lemah melainkan menahan emosi yang nyaris meledak. Matanya sudah memerah, menahan air mata yang ingin jatuh, bukan karena sedih, tapi karena kecewa.
"A-ak… aku hutang… untuk…"
"Untuk apa? Mabuk? Judi lagi?"