BE WITH YOU
“Dan itu alasan kita bisa jadi jauh. Karena lo nggak mau pahami gue, Tha. Lo terlalu sibuk sama urusan lo sendiri. Saat gue kangen lo, gue pengin ngabisin waktu bareng lo kayak biasa, lo bilang nggak bisa. Di situ gue sadar, lo berubah.”
Berubah. Apa tidak ada kata-kata yang lain yang lebih membuatku merasa bersalah? Seketika darah dalam tubuhku mengalir lebih cepat, rasa sedih menghampiriku, rasa sesak itu datang lagi. “Tapi gue udah berusaha buat terus bareng lo, Bayu. Tapi...”
Hot Chapters