DIA AYAHKU
"Lancar, Yah. Sarah senang, walau harus menganggur dulu beberapa tahun, namun impian Ayah untuk melihat Sarah menjadi mahasiswi sudah terkabul. Doakan saja semua cepat selesai dan Sarah akan segera menyandang gelar sarjana."
"Hem... Ayah bangga sama kamu."
"Tentu saja, Sarahkan anak Ayah," ucapku manja. Ayah kembali tertawa.
.
Hari ini aku mendapatkan gaji bulanan dari Hana. Tak seperti biasanya, kali ini tak ada rengekan dari Dara yang selalu meminta jatah padaku. Meski hanya untuk membeli kuota dan parfum.
'Mungkin saat ini dia masih punya banyak uang,' batinku dalam hati.