Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Senja itu belum redup

Senja itu belum redup

mereka begitu puas dengan hasil belanja siang itu, karena memang Mall itu tengah mengadakan Diskon besar-besaran. "Oke Na, mulai sekarang lo harus biasakan diri lo untuk tampil lebih cantik, lebih menatik, supaya temen-temen lo itu pada sadar kalau lo tu bahagia tanpa mereka," kata Siska mengawali percakapan. "Tapi Sis, aku bingung. Kenapa aku harus menjauhi Dela juga. Padahal dia emang gak salah apa-apa. Dan dia gak tahu menahu soal Bayu dan Mia," jawab Nana.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as diskusi senja
Read
+Library
Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda

“Ih, biasaan kamu. Matanya suka nyipit-nyipit gitu padahal aku nggak lagi ngapa-ngapain.” “Tapi ngelamun.” Protesan Gema di balik oleh Lara. “Di hari sepanas ini masa.” “Ya terus kenapa, sih, Sayang?” “Nggak boleh lah!” Alara Senja memang selalu bengek dan unik dengan caranya. Makanya tidak heran setelah Bahtiar Gema getol mengorek tentang ‘mengapa dirinya bisa-bisanya jatuh cinta kenapa Alara Senja?’. Ini juga salah satunya. Di mana Gema merasa punya teman untuk berdebat dan nyaman dalam membahas segala hal. Bahkan, hal sekecil apa pun bisa di jadikan topik obrolan oleh keduanya dan meluber ke mana-mana.
7.79.8K viewsCompletedAdded to Library 314 Times as diskusi senja
Read
+Library
Jatuh Dalam Pesona Playboy

Jatuh Dalam Pesona Playboy

Sean Johnson, teman kuliah Jayden menggodanya. “Profesi itu tidak membuatmu berpikir dengan keras. Aku hanya perlu menjaga tubuh,” Jayden menunjuk wajahnya sambil tersenyum miring. “Dan wajahku,” Sean melempar anggur pada Jayden. Pria itu tidak berubah, masih bangga dengan wajahnya. “Kau harus coba.” Jayden mengambil gelas dan mengisinya dengan es lalu menuang wiski.
6.1K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as diskusi senja
Read
+Library
Menulis Kisah Cinta Untuk Pak CEO

Menulis Kisah Cinta Untuk Pak CEO

Mereka bersitatap. “Apa kamu tidak melihatku, huh?” Asa memegangi dagunya—mungkin rahangnya hampir bergeser karena tingkah Senja barusan. Senja mengernyit. “Hah? Kamu sendiri yang mengagetkanku!” “Aku?” “Iya!” Asa mendengkus. Dia duduk di kursi makan sambil mengelus dagu. Sementara itu, matanya melihat Senja yang sibuk dengan sesuatu. “Sedang apa?” tanyanya.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as diskusi senja
Read
+Library
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Lelaki beralis tebal itu tersenyum lebar memamerkan gigi kuningnya yang besar-besar dan kotor. Saat itu sore hari yang cukup cerah. Mardian terbakar oleh semangat dan rasa ingin tahu yang menggebu-gebu. Parta berbicara penuh semangat, Marni menanggapi dengan berapi-api, Bung Kasim tetap tenang dan bijaksana. Setelah diskusi lama, akhirnya satu kesepakatan diambil, sebuah rencana disetujui. “Jadi bagaiamana, apakah Bung akan ikut?” tanya Marni kepada Mardian.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 201 Times as diskusi senja
Read
+Library
Maukah Kau Jadi Pacarku, Lagi?

Maukah Kau Jadi Pacarku, Lagi?

tanya Kenta menghampiri Senja, lelaki yang terlihat menyedihkan juga stres. “Hm.” “Ck. Kau tau kan Sey tak akan membiarkan ku tidur di rumah kalau kita sampai mabuk di tempat ini?” cibir Kenta pada Senja, sahabat karibnya sedari SMA. “Aku melihatnya lagi tadi, tertawa lepas,” ucap Senja. Lalu, dia meneguk minuman merah di tangannya.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as diskusi senja
Read
+Library
CATATAN UNTUK SENJA

CATATAN UNTUK SENJA

timpal Senja membuat Langit terdiam kaku, memandang Senja. Aku sayang sama kamu, Ja. Tapi, aku belum tahu rasa sayang ini hanya sebatas teman kecil atau lebih, batin Langit dengan pandangannya intens ke arah Senja. "Langit, jawab pertanyaan Senja!" bentak Senja menggerakan lengan Langit. "Aku nggak bisa jawab itu, karena topik pembicaraan kita bukan kesitu," katanya enteng. "Langit, pengecut," ejek Senja melipat tangannya, dan membuang muka dari Langit.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as diskusi senja
Read
+Library
Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa

Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa

cibirnya dalam hati. “Oma, silakan duduk.” Senja dengan cekatan mengarahkan Oma Hanna ke sofa panjang, tepat di sebelah Winda. “Maaf, Winda… bisa pindah?” katanya tanpa basa-basi. Suaranya tegas, namun senyum manis tetap terpasang rapi di bibirnya. “A…” “Oma pasti kangen sama Mas Langit,” potong Senja cepat sebelum Winda sempat membalas. “Jadi kamu mengalah, ya. Kamu kan setiap hari bersama Oma.”
1013.5K viewsOngoingAdded to Library 311 Times as diskusi senja
Read
+Library
Bukan Teman Tapi Sekamar?

Bukan Teman Tapi Sekamar?

ajak Senja daripada waktu semakin berkurang, berdebat adalah hal yang membuang-buang waktu dan tenaga, tidak ada manfaatnya sama sekali. Pasangan yang terlihat baik malah menikmati pertunjukan perdebatan Amanda dan Bianca bukannya memisahkan. Senja lah yang sampai turun tangan. Pria ini bahkan sampai mengatai orang yang berdebat pada kondisi seperti ini adalah orang yang egois dan seperti anak kecil, jadi jika tidak ingin dapat hadiah, hubungi panitia dan memilih untuk pulang saja. Karena mereka malu pada Senja, akhirnya perdebatan selesai. Masing-masing dari mereka berpencar.
1022.4K viewsCompletedAdded to Library 805 Times as diskusi senja
Read
+Library
Menjadi Kekasih Bayaran Pak Dosen Dingin

Menjadi Kekasih Bayaran Pak Dosen Dingin

Ia tersenyum pada Fifi walau sebenarnya ia tidak yakin apa bisa mencur* waktu buat ngerjain revisi. "Oya, Ja. Jadwal kajian akhir pekan di masjid kampus Ustad Akbar. Jangan sampai terlewat." Fifi terkikik setiap melihat perubahan mim*k wajah Senja yang berbinar kalau mendengar nama ustad idolanya itu. "Iya, Fi. Kamu kan alarmnya aku,"balas Senja santai membuat Fifi mendecis. Mereka lalu menikmati siomay dan batagor yang sudah dipesan beserta jeruk panas.
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 397 Times as diskusi senja
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status