Diantara Dua Tasbih
Suatu sore, saat mereka sedang berjalan menuju parkiran, Lily berkata pelan, "Pak Rofiq... terima kasih sudah tidak menyerah."
Rofiq berhenti, menatap Lily dengan binar mata yang hangat. "Di tempat saya berasal, Lily, sesuatu yang berharga memang harus diperjuangkan dengan kesabaran. Dan kamu... jauh lebih berharga dari apa pun yang pernah saya temukan di gedung Bhaskara ini."
Lily tersenyum—kali ini bukan senyum formal, tapi senyum yang tulus hingga mencapai matanya. "Bapak juga... berbeda dari semua pria yang pernah saya kenal."