SANG DEWA PENYEMBUH
ucap Ningrum semabri mengusap air matanya.
“Tentu semuanya atas izin Allah, Ning. Bersyukrulah kepadanya.”
“Pasti, Kak.”
Tanpa diduga, warga berdatangan di halaman rumah Bu Siti. Naga-naganya perhatian mereka tersedot oleh suara jeritan keras, panjang, dan memilukan dariNingrum selama proses terapi tadi. Mereka mengira ada apa-apa. Banyak mereka sempat curiga dan emosi kepada tamu Bu Siti saat itu, yaitu harun. Namun setelah melihat Ningrum bisa berjalan dengan sempurna, para warga pun berbisik-bisik satu sama lain. Bahwa ternyata itu adalah tabib yang datang untuk menyembuhkan Ningrum. Dan dia adalah orang sakti.
Hot Chapters