Jebakan Kemenangan
Di depanku, wanita itu menggoyangkan pinggang rampingnya, merangkul lenganku dengan manja dan dengan suara lembut berbisik di telingaku, "Om."
Suara itu begitu menggoda, membuat tubuhku terasa lemas.
Jika aku tidak tahu tujuan sebenarnya, mungkin saja akan mudah terbawa permainan nakalnya.
Dengan menahan rasa mual di hati, aku menepuk lengannya dan memberi isyarat supaya dia melepaskannya dulu.
"Kamu mandi dulu, kerjaanku hampir selesai."
Saat melihat laptopku di dalam ruangan, dengan layar penuh kode yang padat, mata Jesli langsung berbinar.
Bab Populer