Ibu, Jangan Tinggalkan Kami
Biasanya Dewa duduk tenang menggambar atau bermain di halaman belakang.
"Mbak Sinar, kangen Ibu," rengeknya.
Aku mencabut kabel setrika, kemudian meraih tubuh kecilnya dalam pangkuan. Terkadang aku bingung harus menjawab apa.
"Ibu pasti pulang. Kita tunggu saja, ya ... Dewa sekarang pingin apa? Es krim, mobil-mobilan?
"Pingin Ibu," jawabnya singkat.
Aku merengkuh tubuh Dewa dalam pelukan. Mencium rambutnya yang beraroma keringat dan wangi sampo. Kami diam lumayan lama, dan Dewa jatuh tertidur.