Dongeng Zanna
Bagas Zo menarik dompet dari saku celana kain yang melekat pada kaki gemuknya, lalu mengeluarkan lembaran seratus ribu sebanyak lima lembar dan menaruh uang itu di meja.
“Ini, gunakan untuk ongkos urus pendaftaran dan beli buku," ujar Bagas menyeringai.
Zanna tidak bergeming, dia tetap melakukan ritual makannya dengan tatapan kosong seperti robot.
Bagas yang langkahnya sudah hampir mencapai pintu, berbalik dan menatap Zanna, “Papa bangga kok sama kamu. Kamu anak cerdas tidak seperti anak-anak papa yang lain. Kamu juga sangat cantik.” Bagas mengucapkan kalimatnya dengan sungguh-sungguh.
Hot Chapters