Wonderstruck
Ika mengangkat wajah, sempat mencari-mencari sosok Amara, sebelum akhirnya berdiri dari tempat duduknya.
“Kamu beneran punya asisten?” tanya Amara, keheranan.
“Begitulah kira-kira,” sahut Amara. “Namanya Mbak Ika, dia orang yang sabar dan baik padaku.”
Amara senang karena Sophie yang bawel itu tak mengajukan pertanyaan lagi. Ika mendekat setelah memasukkan novel yang dibacanya tadi ke dalam tas. “Mbak, kita ke kantin dulu, yuk! Aku lapar. Kantinnya nggak jauh, kok!”