Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dream first class

Dream first class

Sementara menyebarkan pandangan ke sekitar, aku terpaku ke arah barista yang parasnya tak terlihat sama seperti yang terakhir kali kulihat. “Firman,” jawab Esa sekilas sambil menyalipku berjalan. Aku kemudian mengekor tepat di balik punggungnya. “Namanya nggak ada unsur Maurer dan umurnya sudah 24 tahun. Setelah ku-cek jadwal, Maurer itu satu shift sama Richie,” jelasnya sambil meniti tangga untuk mengajakku ke lantai dua—menikmati udara di pinggir balkon. “Maurer-barista, Richie-kasir,” jelasnya.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai dua barista
Baca
+Pustaka
Teman tapi Menikah

Teman tapi Menikah

“Sumpah ya, Ta! Lo pasti udah gila sekarang!” Cintara menjeduk-jedukkan kepalanya di atas meja bar. Rasanya ia sudah ingin tenggelam saja sekarang. Siang itu Despresso Coffee memang tampak lengang. Hanya ada beberapa bangku yang terisi, dan Cintara memilih untuk duduk di depan bar stool. Aktivitas barista di depan mesin kopinya selalu berhasil menarik perhatian perempuan itu.
8.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai dua barista
Baca
+Pustaka
Satria Idaman Wanita

Satria Idaman Wanita

Pikirannya melayang pada satu sosok yang sudah cukup lama tidak dia temui. Dinda, batin Satria. Gadis itu adalah salah satu alasan kenapa Satria betah berlama-lama di kafe tersebut dulu. Dinda adalah pemilik sekaligus barista di kafe itu, sosok yang selalu punya cerita seru dan senyuman ramah yang bisa membuat penat di kepala Satria langsung hilang. Karena kesibukannya yang luar biasa beberapa minggu terakhir ini, Satria sampai kehilangan kontak dengan gadis itu.
1041.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai dua barista
Baca
+Pustaka
Dua Istri CEO

Dua Istri CEO

Mengapa persoalan yang seperti ini datang bersamaan? Tak butuh waktu lama bagi Brian untuk duduk di depan meja bartender. Dia segera memesan sebuah minuman yang telah lama tidak dia konsumsi. Malam ini Brian hanya ingin melupakan semuanya. Brian meraih gelas yang ada di hadapannya. Bibirnya menyentuh bibir gelas dan mencoba mencecap cairan itu. Dia bergidik, tenggorokannya seolah terbakar. Sudah lama sekali Brian tak menikmati cairan laknat itu.
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai dua barista
Baca
+Pustaka
The Scars

The Scars

Barista yang baik hati itu kini menatap Kaluna tanpa ekspresi. “Saya gak pesan mas,” ucap Kaluna. “Free service dari saya, mbak nya gak usah bayar,” ujar sang barista. “Terima kasih,” cicit Kaluna. Keduanya kembali terdiam masih dengan sang barista yang berdiri di samping Kaluna. Kaluna tentu saja bingung mengapa mas-mas dihadapannya ini tidak segera pergi. Namun setelah Ia lihat lagi, si barista sedang melihat kertas buram yang tak sengaja ketumpahan matcha latte nya tadi.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai dua barista
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

“Kalau bayarannya cocok, ya nggak apa-apa mikul tahta, toh?” “Itu dia, Mas! Aku tadi sampai dandan jadi barista hipster. Rambut disasak, pakai celemek warna krem. Kru-nya pada ketawa waktu aku nggak bisa bedain latte sama cappuccino.” “Hahaha,” tawa Bumi. “Kamu pulang atau masih di lokasi?”
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai dua barista
Baca
+Pustaka
Be Your Guardian

Be Your Guardian

Ucap Clara yang berpura-pura kesal karena mereka bekerja di tempat yang sama tapi berbeda profesi, Clara yang merupakan seorang Waitress itu bertugas di luar bar, membersihkan meja dan mengantarkan minuman. Sedangkan Shanara yang memiliki keterampilan di bidang mencampur minuman itu bertugas di belakang bar sebagai Bartender dan dia merupakan satu-satunya bartender wanita di sana, ketrampilanya melebihi para bartender lain yang berjumlah enam orang itu. Minuman-minuman yang di buat Shanara adalah pilihan utama para pelanggan bar.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai dua barista
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Om Om

Terjerat Cinta Om Om

ucapnya. “Sekarang nggak usah dulu, soalnya kita belum tahu perkembangan coffee shop kita, nanti bilang ramai baru kita akan tambah satu orang barista,” ucap Zaki. “Apa Abang bisa jadi baristanya sendiri,” tanya Lyra. “Bisa, lagian juga Abang sekarang udah nggak aktif lagi di organisasi, udah mau habis masa periode,” ucapnya.
1032.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 904 kali sebagai dua barista
Baca
+Pustaka
New duda

New duda

Menghela nafas sabar Stecy hanya bisa mengalah, ia menganggukkan kepalanya dan lekas pergi dengan membawa dua gelas minuman yang tak jadi diminum. "Nyebelin banget sih, Mamanya Galuh." omel Stecy setelah di dapur. "Eh, tapi kalau dipikir-pikir emang salah gue sih. Kan gue gak ada nanya mereka berdua mau minum apa." gumamnya sembari matanya melirik dua gelas minuman sirup rasa jeruk. Kelihatan segar dan sangat menggoda, kebetulan sekali Stecy lagi haus dan minuman itu juga belum tersentuh.
10.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai dua barista
Baca
+Pustaka
Diantara Dua Tasbih

Diantara Dua Tasbih

batinnya mulai bertanya-tanya. Puncak dari pendekatan Rofiq terjadi saat hujan badai melanda Jakarta. Seluruh staf sudah pulang lebih awal, namun Lily tertahan karena jemputannya terjebak banjir. Ia duduk sendirian di lobi yang mulai gelap Karena beberapa lampu dimatikan untuk penghematan. Rofiq keluar dari lift, membawa dua gelas teh hangat yang aromanya sangat familiar bagi Lily: teh melati dan cendana.
192 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai dua barista
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status