Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dua Tuan Tampan

Dua Tuan Tampan

Beberapa hari kemudian, Arjuna mengundang Raina untuk minum kopi di sebuah kafe butik dekat kantor. Ini adalah pertama kalinya mereka keluar bersama dalam suasana yang benar-benar santai, tanpa embel-embel rapat atau acara formal. Aroma kopi yang baru diseduh memenuhi udara, bercampur dengan bisikan percakapan dari meja-meja lain.
101.0K viewsCompletedAdded to Library 24 Times as dua barista
Read
+Library
Menjebak Cucu Presdir

Menjebak Cucu Presdir

Gerakannya cekatan, nyaris seperti kemarin. Dari ujung meja, suara bisik-bisik pelan terdengar. “Denger-denger dia mantan barista,” bisik Ima. “Pantesan… mungkin Pak Batara ketagihan sama kopi buatan dia,” sambung Rosa, suaranya pelan—cukup pelan untuk dianggap bisik-bisik, tapi masih terdengar jelas oleh Cleona. Klinting.
642 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as dua barista
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

"Van, lo nggak ke sini? Hari ini ceweknya seksi-seksi banget. Lo pasti puas kuadrat deh diservis sama mereka. Ini cuma sebagian penampakan kecil dari mereka aja ini. Ayo cepetan ke sini. Lo mau yang model apa? Mungil, seksi, imut, semok atau yang kurus kering ala-ala model? Semua lengkap, Bro? Embun terdiam, tidak tahu harus menjawab apa. Samar-samar dia melihat Bara, teman akrab Revan yang pernah mengira bahwa dia adalah salah satu teman ONS Revan pun ada di sana. Duduk santai di sudut sambil minum teh manis atau minuman bersoda coca col* seperti yang tadi diminumnya bersama dengan Om Al dan Bu Zahra. Warnanya sih begitu. Entah kalau rasanya. "M—maaf, Bang Revan la—lagi mandi. Nanti saja te
1030.1K viewsCompletedAdded to Library 661 Times as dua barista
Read
+Library
Serangan Balik Berandal Seksi

Serangan Balik Berandal Seksi

Dia ingin melihat apakah ada hal yang mencurigakan di belakang sana. “Tequilla satu untuk Nyonya Nala!” ucap seorang waiter kepada seorang Bartender yang bertugas menyiapkan minuman. Morgan memperhatikannya gerak gerik mereka. Terutama si Bartender dengan wajahnya yang tidak terlalu jelas. Tidak berapa lama, Bartender itu memberikan dua gelas minuman, yang Morgan tahu selain Tequilla juga Bir. “Kok dua?” tanya Waiter keheranan
9.3244.5K viewsCompletedAdded to Library 8.8K Times as dua barista
Read
+Library
Hidup di Dua Hati

Hidup di Dua Hati

(2) Mak Rusli menuntun Kenan menuju sebuah kafe yang berada di sekitar Bandara Internasional Minangkabau. Kafe bernuansa ala-ala Korea, khusus menjual minuman Boba, ramen, dan pisang kriuk coklat menjadi pilihan Mak Rusli untuk berbicara empat mata dengan kemenakannya itu, sementara Kenan menunggu. Benaknya mencoba menebak, kira-kira apa yang hendak dibicarakan oleh Mak Adangnya, hingga tak menunggu sampai di rumah saja?
1018.2K viewsCompletedAdded to Library 455 Times as dua barista
Read
+Library
Dipuja Dua Penguasa

Dipuja Dua Penguasa

Edward menepuk lembut pundak Zen; tampak bersemangat untuk memulakan cerita. “Barbara bukanlah wanita baik. Dia pernah menjadi kupu-kupu penjaja kenikmatan, bergelimang dalam kubangan dosa malam dengan puluhan pria hidung belang. Dia–” “Cukup, Bos.” Zen menggeleng meski dia sadar tindakannya itu bisa menyinggung Edward namun ia menolak tegas untuk mendengar semua cerita buruk tentang selir kesayangan Tuan Besar Grant.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as dua barista
Read
+Library
A Little Happiness in Korea

A Little Happiness in Korea

Memang tidak terlalu banyak gajinya, tetapi lumayan bisa mendapatkan uang dari bekerja di jam yang orang pada umumnya tidak sedang bekerja. Pekerjaan lainnya yang aku lakukan adalah menjadi barista, atau pembuat serta penyaji kopi kepada pelanggan. Pada era sekarang, coffee house sangatlah booming. Jadi, aku mencoba mengambil sertifikat sebagai barista. Dengan merayu ibu untuk memberikan uang pelatihan, beliau memberi aku dengan syarat harus mengajarinya setelah lulus. Tidak memerlukan waktu yang lama, hanya dengan pelatihan selama satu minggu, aku bisa lulus dari sana. Melalui sertifikat itu, aku sangat percaya diri melamar ke kafe-kafe yang sedang membuka lowongan pekerjaan. Kebanyakan dar
102.7K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as dua barista
Read
+Library
Rahim Dua Ratus Juta

Rahim Dua Ratus Juta

Mereka kini sedang di dalam kamar si kembar. "Siapa, Jes?" "Papa mertuamu. Katanya, kamu nyimpan handphone-nya enggak?" "Oh iya, ada. Tadi Mas Darren yang menyimpannya. Kamu tungguin si kembar dulu. Saya mau ke kamar," ujar Sabrina selesai memberi ASI pada Darius. "Iya." Sabrina berjalan ke arah pintu, membukanya dan menemui lelaki yang tampak layu itu.
1020.3K viewsCompletedAdded to Library 792 Times as dua barista
Read
+Library
Tante, Menikahlah Dengan Papa Galakku!

Tante, Menikahlah Dengan Papa Galakku!

Seorang barista datang menghampiri mereka berdua. “Selamat datang di Bean Palace Café, ada yang bisa kami bantu?” sapa seorang barista muda yang usianya mungkin sekitar 20 tahun. “Lo mau minum apa?” tanya Varen kepada Gladis. “Gue ngikut aja, Ren.” “Okay, cappucino 2 dan sacher cake 2!” Sang barista kembali membungkukkan tubuhnya tanda hormat, lalu pergi meninggalkan Varen dan Gladis untuk segera menyiapkan pesanan mereka.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 207 Times as dua barista
Read
+Library
Antara Dilema & Cinta

Antara Dilema & Cinta

Meluncur keluar menuju Kedai Koopi. "Bro, aku duluan ya! Udah siang nih," Nicho berjalan mendekati ke arah meja barista. Stanley ikut terjun menjadi barista, karena nggak cukup orang. Pesanan melebihi kapasitas karyawannya. "Eh, maaf ya bro! Aku malah nganggurin kamu dari tadi," "It's okay. Saya pulang dulu ya! Gerah, mau mandi,"
104.7K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as dua barista
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status