Aku, Kamu & Buku Nikah
Menggendong depan seperti biasa, aku memeluknya, melingkar tangan di lehernya.
Pikiranku terlalu sempit jika mengira acara mandi akan berjalan lancar, satu celupan, dua celupan, hingga banyak celupan hingga peluru kembali terlepas. Aku sudah mencoba menghentikannya karena ahai ahai di kamar mandi itu tidak boleh. Tapi ya namanya binatang buas jadi susah diperingatkan.
Beruntungnya Jexeon mau aku ajari mandi suci, lumayan sulit karena dia tidak tahu sama sekali. Aku bersyukur karena dia sempat sunat ketika usia 7 tahun. Berarti mengurangi pekerjaanku.