Sisa Rasa
Ia menjemput Selin untuk makan malam di sebuah restoran fine dining yang tenang dengan cahaya lampu temaram yang intim.
"Maaf ya untuk kejadian di mobil tadi pagi. Aku benar-benar sedang dipusingkan oleh keterlambatan pasokan yang bisa menghambat target ekspor bulan ini," buka Rendra setelah pesanan mereka sampai.
Selin tersenyum tipis, memotong steaknya dengan perlahan. "Nggak apa-apa, Ren. Aku cuma kaget aja lihat kamu mode galak begitu, beda banget ketika di Bali."