Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Api Dendam Brianna

Api Dendam Brianna

Tiga belas dan empat belas adalah jumlah hari kami bersama sejak pertemuan pertama di Bandara Soekarno-Hatta. Kurang dari dua minggu, aku jatuh cinta kepadanya. Cepat sekali. Apa yang begitu istimewa pada dirinya sehingga aku bisa jatuh cinta semudah ini? Yang seharusnya aku rasakan kepadanya adalah marah, benci, dendam, bukan cinta. Atau aku menjadi lemah karena sudah menyakiti enam orang sebelum dia. Itukah alasannya?
1012.9K viewsCompletedAdded to Library 322 Times as empat belas
Read
+Library
Reborn Farmer to Richer

Reborn Farmer to Richer

"Sesuatu yang penting itu seperti apa, Paman?" "Seperti ulang tahun Tuan muda, misalnya. Semua orang akan kembali ke rumah untuk pesta perayaan dan memberikan hadiah pada Tuan muda." Jelas Paman Li dengan hati. Houran mengusap dagunya, "anu, Paman ... kapan ulang tahunku?" "Itu adalah bulan ke empat pada hari ketiga belas." Houran bergumam, "13 April. Angka sial."
108.4K viewsOngoingAdded to Library 219 Times as empat belas
Read
+Library
lantai tiga belas

lantai tiga belas

Lampu-lampu padam, suara-suara sirene samar menghilang. Namun sesampainya di luar bangunan, tepat saat sinar bulan menerpa tangan Reza... terlihat cap angka “13” terbakar di sana, seperti tato yang membara. > “Reza… tanganmu…” Reza melihat ke tangannya. Ia tahu... ini belum selesai. > “Tumbal terakhir... masih hidup.” Reza menggenggam tangannya yang terasa panas seperti terbakar. Cap angka “13” itu perlahan berdenyut, seolah hidup. Sinta mundur satu langkah, matanya membelalak ketakutan.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as empat belas
Read
+Library
Ada Kembar Empat Di Balik Selimut

Ada Kembar Empat Di Balik Selimut

Dan empat? “Tiga laki-laki dan satu perempuan.” “Bisakah kita bicara sebentar?” Rhea menarik lengan Dario, membawa pria itu keluar dari ruangan kosong tersebut. “Apa maksudmu dengan memindahkan mereka di sini?” “Aku tidak berencana menghabiskan masa tuaku di sana. Kau tahu, keberadaanku di sana hanya sampai perusahaan stabil dan bisa kutinggalkan dengan orang kepercayaanku.”
103.9K viewsCompletedAdded to Library 105 Times as empat belas
Read
+Library
Berebut Pantas

Berebut Pantas

tanya Varen sembari membawa secangkir kopi untuk Satria, karena saat ini Satria berada di rumahnya dan akan menginap. “Aku cinta kamu, tapi aku malu,” ucap Satria mengulang isi pesan dengan ekspresi tak berdosa. “Konyol sekali kau, Sat! Ternyata benar kata pepatah, cinta bisa membuat jadi gila. Tepat seperti kau saat ini.” Varen geleng-geleng kepala, lantas menyeruput kopi miliknya. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan sikap Satria.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as empat belas
Read
+Library
Cinta Lima Belas Tahun

Cinta Lima Belas Tahun

"Apakah dia sedang membantumu tawar harga? Memangnya kamu nggak beri tahu dia bahwa kamu datang juga hari ini?" Aku menggelengkan kepala. Terakhir kali Bagas pulang ke rumah sudah lebih dari sebulan yang lalu. Kami hampir tidak pernah berbicara lagi sejak saat itu. Bahkan jika aku memberitahunya, dia juga tidak akan peduli. Saat melihat ekspresiku, ayah sepertinya menyadari sesuatu. Wajahnya berubah tegang, kemudian dia mengangkat papan penawaran. "Dua belas miliar."
9.8K viewsCompletedAdded to Library 305 Times as empat belas
Read
+Library
Mengejar Cinta Ms. Independent

Mengejar Cinta Ms. Independent

kata Aarav. “4,8 milliar” ucap Ratu dengan keras. Kali ini pria berkacamata itu mengangkat tangannya terlihat menyerah, dengan puas Ratu tersenyum. Akan tetapi, tiba-tiba wanita paruh baya nomer sebelas kembali mengangkat papannya lagi ketika pembawa acara lelang menghitung mundur hendak mengetuk palu. “5,5 milliar.”
1025.1K viewsCompletedAdded to Library 703 Times as empat belas
Read
+Library
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Angin seolah tidak mau bertiup menyapu permukaan telaga dan kawasan sekitarnya. Jauh di bawah dasar telaga, dalam sebuah ruangan diterangi dua belas obor, yang disebut Ruang Dua Belas Obor, di atas sebuah tempat ketiduran terbuat dari batu, duduk satu sosok tubuh aneh yang kepalanya memiliki empat muka. Satu di depan satunya lagi di belakang, satu disebelah kiri dan satunya lagi disebelah kanan. Ke-4 muka memiliki raut serta bentuk yang sama, yaitu wajah tampan seorang lelaki berusia sekitar empat puluhan. Bedanya yang di depan berkulit kuning sedang di muka sebelah belakang, kiri dan kanan berwarna hitam keling.
1032.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as empat belas
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara." Guru Tua Matt melanjutkan dengan tema angka empat: "Suara tepian di keempat (4) sisi, sudut-sudut yang menanjak; seribu puncak, di dalam kabut, matahari terbenam mengurung kota yang sunyi." Arisa mengikuti dengan puitisnya: "Arus deras mengalir lurus ke bawah tiga ribu kaki; sepertinya galaksi turun dari langit kesembilan (9)."
3.2K viewsCompletedAdded to Library 107 Times as empat belas
Read
+Library
ONE MORE TIME!

ONE MORE TIME!

Eriska Putri membenci angka empat. Menurutnya, angka empat adalah angka sial. Sejak kecil, gadis berambut panjang sepunggung, dimana hanya pada bagian bawahnya saja yang ikal dan memiliki warna asli cokelat sejak lahir itu, selalu menghindari apapun yang ada kaitannya dengan angka empat. Selain dianggap sial olehnya, dia juga mendengar desas-desus dari orang-orang disekitarnya bahwa angka empat dipercaya sebagai angka kematian. Mau takhayul atau tidak, pokoknya Eriska membenci angka tersebut.
6.7K viewsOngoingAdded to Library 180 Times as empat belas
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status