Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan
Mata pria itu dingin, kosong, seperti mata pemburu yang tak mengenal ragu maupun amarah.
Di lengannya, senjata iblis modular menyatu sempurna dengan tulang dan daging. Bilahnya berkilau gelap, berdenyut pelan—seperti jantung kedua yang hidup dan lapar.
“Mason Hartono,” ucapnya datar, tanpa emosi.
“Target terkonfirmasi.”
“Eksekusi dimulai.”
Jason tidak menjawab.
Tubuhnya sudah bergerak bahkan sebelum kata terakhir itu mengendap di udara.