Menuju Matahari
Wiwien Wintartojaka sembung bawa goloknovel lelaki tak terlihat kayamodel golok kerenrambut pendek lelaki
Kepalanya meneleng, menoleh ke beberapa arah seperti mencari-cari sesuatu dalam gelap, lalu berakhir pada arah gundukan bukit tempat padepokan Perguruan Matahari berada.
“Di atas sana,” ia membuka mata dan menuding. “Di rumah belakang dengan pohon pisang kipas di depannya.”
Semua menoleh ke puncak. Wisnumurti menahan napas. Tempat itu sekarang sudah benar-benar terkepung oleh ratusan manusia tak waras dengan arwah-arwah penasaran dalam tubuh masing-masing. Mereka menyesaki trap telundakan ke atas, saling berdesakan sehingga sebagian di antaranya terdorong dan tergelincir jatuh. Sebagian besar lagi merayap luar biasa cepat memanjat semua sisi dinding tebing.