Pembalasan Sang Dokter Jenius
“AAAAAAAAAAAAAARRRRGGGHHHHH!!!”
Sebuah jeritan yang tidak manusiawi meledak dari tenggorokan si Mandor. Pipa besi di tangannya terlepas, jatuh berdeontang ke tanah. Ia menatap bahunya dengan tatapan tak percaya.
Di sana, menancap dengan kokoh, adalah sebatang besi ulir kecil. Dan yang lebih mengerikan, dari titik di mana besi itu masuk, asap tipis mengepul. Daging di sekitar lukanya berdesis pelan, terbakar dari dalam oleh sisa-sisa energi emas yang masih tertinggal. Rasa sakitnya luar biasa, seperti seribu jarum panas yang ditusukkan dan diputar-putar di dalam tulangnya.