SERULING SAKTI SANG NAGA
tantang si pemuda yang langsung mendapat anggukan dari si Pendekar Sinting.
Liu Heng berdiri menghadap tembok lalu mulai berhitung.
“Sepuluh … sembilan .…”
“Eh, tunggu dulu! Bagaimana kalau dimulai dari angka 50?” usul Yu Ping. Liu Heng menggaruk-garuk kepala yang tak gatal, namun akhirnya menuruti kemauan temannya itu.
“50, 49, 48, ….”