Rasaku Ditelanjangi
"Aku tuh ya, baru nyadar... ternyata kamu tuh efeknya kayak kopi pagi. Kalau enggak ketemu kamu, aku ngantuk seharian."
Aku terkekeh kecil. "Kopi bisa dibeli di minimarket. Aku enggak."
"Itu dia. Makanya aku pengen simpen kamu di kamar ini aja," balasnya, setengah bercanda tapi dengan sorot mata yang sungguh-sungguh.
Aku menggeleng pelan. "Nanti kamu bosan."
"Enggak mungkin. Kamu tuh kayak buku bagus. Dibaca sekali enggak cukup."