Om Tom, Kekasih Gelapku
Aku mendekatkan tubuhku ke arahnya, lukisan yang kami kandang berukuran besar, kanvas hitam dengan cat putih.
Bibirnya terbuka tipis, pandangannya mengarah pada lukisan itu dan dia mengangkat tangan kirinya, menggerakkannya ke arah lukisan bercat putih itu dan berkata pelan, '“Garis-garis ini punya cerita.”
Aku menghela nafas karena dia sama sekali tidak membalas perkataan ku.
“Om Tom, jangan lakukan hal aneh-aneh lagi. Apalagi sampai bunuh diri. Jadi tolong untuk saat ini —”