DENDAM
Alia meraih handuk, ia merespon titahku dengan mengangguk, kemudian menutup pintu kamar mandi.
Aku bergegas kembali masuk ke dalam kamar, namun mata masih sulit terpejam.
Kutatap kembali laptop, memutar cctv o****e, yang mengarah kamar mandi.
Terlihat Alia keluar, namun hal itu membuatku makin tercengang.
Alia keluar dari kamar mandi dengan menari-nari, seraya melenggang lenggokkan kepalanya.
Aku bergidik ngeri, melihat tingkah Alia, yang semakin diluar nalar.