Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Love in Revenge

Love in Revenge

tanya seseorang di ujung sana. "Apa sudah selesai?" tanya pria itu. "Belum, dia kembali datang karena ulah pria tua itu," jawabnya. "Lalu apa yang bisa kau lakukan, huh?" "Lakukan sendiri apa yang kau mau," ucapnya lalu memutuskan sambung telpon. Via telpon end. BRAAK Pria itu membalikkan meja yang ada di hadapannya, Karena emosi yang memuncak, apa yang dia harapkan selama ini masih belum tercapai.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as for revenge permainan menunggu
Read
+Library
Suamiku (Bukan) Tuan Muda Bodoh

Suamiku (Bukan) Tuan Muda Bodoh

Ia berdehem kecil, sebelum mencoba membuka percakapan dengan sang suami. “Rein, sedang main game apa?” Reinan menjawab cepat tanpa mengalihkan pandangannya. “Main ‘Shadow Patriot’. Ini tentang pahlawan yang menyamar jadi rakyat biasa, lalu menembaki penjahat pakai senjata laser. Aku paling suka membasmi penjahat.” Mata Reinan membulat penuh semangat. “Mau lihat?” Sebelum Esme menjawab, Reinan sudah mencodongkan tubuhnya untuk menunjukkan betapa seru permainan yang ia gemari.
1039.7K viewsCompletedAdded to Library 872 Times as for revenge permainan menunggu
Read
+Library
Kau Khianati Aku, Kunikahi Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kunikahi Ayahmu

“Kalau hasil tes itu nanti … tidak seperti yang kita harapkan?” Revan tersenyum tipis. “Kalau begitu,” ucapnya tenang, “Ada pria lain di kehidupan Dita, dan itu bagus untuk kita.” Irisha terdiam sejenak. Lalu bibirnya melengkung pelan, senyum penuh persetujuan. “Kamu memang selalu tahu cara mengendalikan keadaan.” Revan meraih ponselnya lagi, jempolnya bergerak cepat. “Dalam permainan ini,” katanya tanpa menoleh, “yang kalah bukan yang salah … tapi yang terlambat bergerak.”
3.1K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as for revenge permainan menunggu
Read
+Library
Bukan Untuk Dicintai

Bukan Untuk Dicintai

Revan duduk diam — tapi matanya tetap terbuka. Serena tidak tidur. Setiap beberapa menit ia cek ponsel. Tidak ada pesan dari Arga — tentu saja tidak. Tapi bagian dirinya tetap memeriksa, seperti kalau cukup sering melihat, sesuatu akan muncul. "Kamu sudah cek ponsel itu dua belas kali dalam sejam." Revan dari sudut ruangan. Serena tidak bergerak. Revan diam sebentar. Lalu, dengan nada yang lebih pelan: "Saya pernah di posisi ini. Menunggu seseorang yang masuk ke tempat yang seharusnya tidak dia masuki."
482 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as for revenge permainan menunggu
Read
+Library
Triplet Rahasia: Paman, Beraninya Melupakan Mommy!

Triplet Rahasia: Paman, Beraninya Melupakan Mommy!

Trevor pun memperlambat larinya, menunggu Travish, agar pertandingan mereka menjadi lebih seru. Rencananya, dia akan menunggu Travish dan begitu Travish sudah nyaris membalapnya, Trevor akan tancap gas dan melesat meninggalkan Travish. Ketika kemenangan yang sudah di depan mata terlepas, itu akan terasa lebih menyakitkan. Itu yang Trevor rencanakan. Namun ... Tunggu ditunggu, Travish tidak kunjung melewatinya. Lho ... ke mana bocah itu? Sedangkan titik finish di mana Thea dan Tilly menunggu sudah mulai terlihat di depannya.
10283.9K viewsCompletedAdded to Library 9.9K Times as for revenge permainan menunggu
Read
+Library
Shadow of Revenge

Shadow of Revenge

Dia pun mengeluarkan ponsel dan siap memesan. “Itu ide yang bagus, Dokter.” Josephine tampak sumringah. Hal itu sengaja dia lakukan untuk tujuan balas dendamnya. Dia akan membuat Dexter tertarik dan menganggapnya sebagai pengganti dirinya yang sudah tiada tujuh tahun lalu. Dan tentunya, membuat Chelsea meradang. Dokter wanita tahu, meski mantan teman masa kecilnya dalam keadaan skorsing, tetapi dia yakin Chelsea menempatkan mata-mata. “Kalau begitu, ayo cari tempat untuk makan sambil menunggu yang lain.”
108.7K viewsCompletedAdded to Library 286 Times as for revenge permainan menunggu
Read
+Library
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Tapi kali ini, ia tidak sendirian. Enam orang berdiri di belakangnya, wajah mereka ditutupi kain putih. “Selamat datang di Hari Kelima,” kata Revan. “Hari di mana kamu belajar… simpul harus diputus. Dengan memilih siapa yang hidup. Dan siapa yang mati.” “Aku nggak mau main lagi, Revan.” Revan tersenyum dingin. “Tapi kau sudah bermain. Dan kau tahu aturannya—yang diam, ikut dihukum.”
101.2K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as for revenge permainan menunggu
Read
+Library
Penantian Yang Tak Berujung

Penantian Yang Tak Berujung

] Di bawah tulisan itu ada sebuah foto live, bekas merah di lehernya terlihat sekilas. Aku menatap layar ponsel, membuka foto itu berulang kali. Suara di dalamnya terdengar sangat jelas. “Benaran nggak mau jemput istrimu yang teladan itu? Dia lagi hamil lima bulan, lho?” Si pria tertawa pelan, suaranya terdengar tak peduli, “Hanya jemput saja, biar dia tunggu sebentar lagi.”
3.1K viewsCompletedAdded to Library 92 Times as for revenge permainan menunggu
Read
+Library
Kebahagiaan Menanti

Kebahagiaan Menanti

Dari hasil visum, aku mengalami luka ringan. Anisa akan ditahan selama 10 hari dan denda sebanyak satu juta. Evan akan ditahan selama lima hari dan denda sebanyak 400 ribu. Zayn dan Jihan tidak setuju dengan hukuman ini. Mereka berusaha membujukku beberapa kali, tetapi aku menolaknya. Arya berada di sampingku, jadi mereka tidak berani macam-macam. Setelah keluar dari kantor polisi, Arya mengantarku ke rumah sakit.
5.7K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as for revenge permainan menunggu
Read
+Library
REVENGE: DENDAM CINTA ELAN

REVENGE: DENDAM CINTA ELAN

Elan: Tunggu aku di sana Dina: Aq bs pulang sendiri Elan: Kujemput Dina: TIDAK PERLU Elan: Aq lapar, butuh teman makan siang. Mau makan apa? Dina: ? Elan: Resto jepang waktu itu? Dina: ^^ Boleh Elan: Tunggu aku di gerbang Dina: Aq menunggumu di tengah jalan Brengsek Elan: Dasar bocah!
1046.0K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as for revenge permainan menunggu
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status