Terjerat Pesona Mama Temanku
Tangannya meraih kotak itu, membuka perlahan.
Di dalamnya, ada foto lama. Lusuh. Tiga anak kecil berdiri di depan sebuah bangunan sederhana bertuliskan Panti Asuhan Pelita Hati. Di tengah anak-anak itu, berdiri seorang bocah laki-laki berambut cepak, tersenyum kecil—dengan tatapan yang sangat mirip dengan Adit.
“Dulu kamu Arga ... dan sekarang kamu Adit,” gumamnya lagi, suaranya gemetar. “Kamu mungkin sudah lupain aku dan janji kamu, tapi aku nggak pernah lupa kamu.”