Mawar Merah Di Ujung Penyesalan
Lulitau nekat ku mencintaimukata menunggu seseorang yang dicintaiikatan cinta tamattau tau nikah panik gak neng
Di udara seolah masih tersisa sedikit aroma khas milik Tania.
Dia berdiri membisu, seperti sebuah patung yang diam.
Layar ponselnya tiba-tiba menyala, ada sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal.
Tidak ada teks, hanya ada sebuah foto.
Di foto itu, Tania mengenakan gaun pengantin putih bersih, berdiri di bawah sinar matahari yang cerah. Tudung kepalanya tertiup lembut oleh angin, dia menghadap kamera dengan senyum yang sangat bahagia dan tenang. Di matanya tidak ada lagi bayang-bayang masa lalu, yang tersisa hanyalah harapan dan kepuasan akan masa depan.