Jerat Pemikat
“Oh, ya manis itu ya? Selamat ya, Nak. Lalu, nggak masak kah? Kok beli?”
“Di tinggal di kampung, Bu. BIar saya yang kerja saja, kasihan.”
“Beruntungnya istrinya Nak Randu ini,” ucap Ibu itu yang spontan langsung membuatku meremang. Setiap nama lama dipanggil, seperti ada yang mengikutiku.
“Bu, nama saya sudah ganti. Besok panggil Fir aja ya?”
“Fir? Kenapa bisa ganti?”
“Soalnya istri saya suka tantrum kalau nama saya disebut, jadi panggil Fir saja. Nama saya Firdaus,” ucapku.
Hot Chapters