Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suami Dadakanku Ternyata Cucu Konglomerat

Suami Dadakanku Ternyata Cucu Konglomerat

gumam Soraya lalu menunduk. Damar melirik Soraya sejenak, lalu dia melanjutkan menyetir mobilnya. Ucapan Soraya barusan membuat jantungnya berdebar. Damar memang menginginkan itu, membuat nyaman Soraya saat bersamanya, pada akhirnya Soraya akan terus bergantung padanya. “Kita sudah sampai,” ucap Damar. “Ini gedung Huang grup?” tanya Soraya takjub. Selama ini dia tidak pernah pergi jauh selain ke perusahaan Cakra yang tidak semegah ini.
1011.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 286 Beses bilang gedung damar
Read
+Library
Menjandakan Istri Demi Selingkuhan

Menjandakan Istri Demi Selingkuhan

Untung etalaseku bukan terbuat dari kaca sehingga mudah untuk menata ulang. "Maafkan aku, Mbak. Kali ini aku tidak bisa mencegah Bapak Jansen untuk tidak berbuat seperti ini. Damar saja tadi sempat kena hantam saat pria itu memaksa masuk ke ruang kerja," papar Andin. "Lalu, dimana Damar sekarang, Din?" tanyaku. "Ada di ruang produksi, Mbak. Dia sedang diobati oleh Yuli," jawab Andin.
8.817.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 363 Beses bilang gedung damar
Read
+Library
Obsessed

Obsessed

Ia bersandar santai di dekat rak makanan ringan. “Dia lagi di proyek gedung yang di sana.” Damar menunjuk ke arah luar, ke arah bangunan tinggi yang sedang dalam tahap pembangunan. Lingga tahu gedung itu. Proyek yang sedang dikerjakan oleh perusahaan Alina. “Kamu sering menunggu dia di sini?” tanya Lingga. “Lumayan sering.” Damar mengangkat bahu. “Kalau dia lembur.”
940 viewsOngoingIdinagdag sa Library 35 Beses bilang gedung damar
Read
+Library
Dendam Sang Pelakor

Dendam Sang Pelakor

pinta Damar. "Kamu mau apa? Yang berdaging? Berkuah? Atau apa nih?" tanya Dara. Damar sejenak berpikir, apa yang ia inginkan. "Gudeg? Aku kan jauh-jauh dari Semarang, boleh dong kalau ngerasain yang belum pernah aku rasain," ucap Damar. "Oke!" Dara kembali bersemangat dan mengajak ke warung gudeg yang memang cukup terkenal dan jelas ramai, terlebih jam makan siang.
103.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 96 Beses bilang gedung damar
Read
+Library
Hush! No Drama Allowed

Hush! No Drama Allowed

"Gundulmu, Mar. Itu sih sepabrik gajinya nambah semua." Damar masih tertawa kecil ketika membuka salah satu pintu lemari yang menempel di dinding pantry. Dikeluarkannya sebuah toples bertuliskan PUNYA DAMAR dari dalam lemari itu. Setiap melihat toples yang berisi susu penambah berat badan itu, aku merasa iba padanya yang terobsesi ingin memiliki tubuh yang berisi. Tubuhnya memang terbilang kurus untuk ukuran lelaki. Menurut Damar, badannya yang kurus itulah yang menjadi alasan kenapa dia masih jomblo hingga saat ini. Demi untuk bisa mendapatkan pacar, dia rela menghabiskan seperempat gajinya setiap bulan untuk membeli susu itu.
103.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 120 Beses bilang gedung damar
Read
+Library
Kembalinya Hasrat Sang CEO

Kembalinya Hasrat Sang CEO

Pria itu membukakan pintu mobil dengan hormat, menundukkan kepala seolah Damar adalah seseorang yang tidak boleh disentuh sembarangan. Damar tertegun sejenak, merasa seperti orang asing di tengah kehidupannya sendiri. Ia menoleh, melihat ke arah gedung megah yang barusan ia tinggalkan. Gedung itu tinggi, kokoh, dengan logo perusahaan besar terpampang di atasnya. “Jadi, aku adalah seorang presdir” pikirnya.
1.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 50 Beses bilang gedung damar
Read
+Library
Suami Semusim

Suami Semusim

“Padahal kamu juga menikmatinya.” “Aku sudah berusaha membangun tembok tinggi-tinggi di antara kita...,” desis Damar dengan menunjuk-nunjuk batang hidung Alma. “Untuk mengantisipasi hal terburuk seperti ini!” Suaranya kembali meninggi. Alma mundur beberapa langkah lagi. Gigilnya kian hebat.
103.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 131 Beses bilang gedung damar
Read
+Library
Dendam Pewaris Yang Terpendam

Dendam Pewaris Yang Terpendam

Lalu, Ki Ageng pun duduk di bangku yang terbuat dari kayu bersama dengan Sultan dan Nini. "Ki, saya ingin mengajak Aki dan Nini untuk pergi ke kota dan tinggal di mansion." Sultan dengan sumringah mengatakan keinginannya. "Mansion? Apa itu mansion?" tanya Aki tidak mengerti. Sultan tersenyum lembut, "Mansion adalah rumah yang begitu besar dan memiliki fasilitas yang mewah. Jadi, Aki dan Nini bisa tinggal dengan nyaman di sana," jawab Sultan menjelaskan.
1011.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 461 Beses bilang gedung damar
Read
+Library
Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!

Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!

Sungguh, ini adalah pengalaman yang menakjubkan bagi Serina. Damar hanya diam saja dan sesekali mencuri pandang ke arah Serina yang sedang mengagumi bangunan rumah mewah yang mereka lewati. “Buka gerbangnya!” titah Damar ketika mobilnya berhenti di salah satu rumah paling mewah berlantai tiga itu. “Siap, Tuan!” Mulut Serina hanya bisa menganga lebar. Mobil Damar kini memasuki area rumah yang sangat besar dan mewah. Serina hampir tak percaya jika rumah ini akan ia tempati bersama dengan Damar.
103.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 90 Beses bilang gedung damar
Read
+Library
DENDAM SANG PUTRI

DENDAM SANG PUTRI

Melihat itu, Putri Kimberley langsung ikut membungkukkan tubuhnya juga. "Terima kasih, Chaiden, Wilona! Apakah Ruby dan Daren sudah siap untuk kuajak mengunjungi Kerajaan White Tiger?" Lelaki tampan yang mengenakan jubah berwarna Marun itu mendekat pada kedua kuda kesayangannya itu. Lalu jari-jarinya yang menawan dengan sebuah cincin dengan batu permata berwarna biru, mengelus-elus tubuh kuda-kudanya secara berganti.
108.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 302 Beses bilang gedung damar
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status