Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
HURT

HURT

Wajah wanita berusia tiga puluh tiga tahun itu menegang. Lee Joon mengangkat kepalanya dan menyunggingkan senyum tipis. “Kau menemukanku, Noona[2]. Chukhahamnida[3]!” ucapnya dengan suara serak, lalu menutup mata dan tumbang ke lantai. ++++
103.3K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as ghost
Read
+Library
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Berdengung! Zombie bertubuh tinggi itu, yang memancarkan aura menakutkan, tampak berubah menjadi pedang tajam, dengan cepat menerjang ke depan.
1012.8K viewsOngoingAdded to Library 421 Times as ghost
Read
+Library
Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem

Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem

Penggunaan Nameless Emptiness lagi berisiko menyebabkan koma atau kerusakan ingatan! God of Darkness tak henti menyerang walau sejenak. Ia membuka portal kecil hitam di udara, memanggil ribuan arwah jahat berbentuk serigala gelap, hantu berantai, dan bayangan tentakel yang menyerbu seperti kawanan binatang buas kelaparan, menggigit dan mencakar dengan niat membunuh pekat.
1016.1K viewsOngoingAdded to Library 644 Times as ghost
Read
+Library
Teror Ghaib

Teror Ghaib

kata Jake, “hantu itu bertubuh besar dan warnanya hitam. Tony terdiam. Hantu yang dimaksud Jake pastinya adalah hantu yang sama yang mengganggu Emma. "Hei Tony, kamu bisu ya?" kata Jake, “kenapa kamu nggak jawab?” “Aku minta maaf sebelumnya,” kata Tony, “Aku nggak pernah diganggu sama hantu kalau aku datang ke rumah Emma, ​​​​tapi Emma sendiri yang pernah. Aku nggak nyangka hantu itu juga ganggu kamu.” "Hantu sialan itu merusak rencanaku," kata Jake, "aku nggak jadi ngasih hadiah ke Emma."
3.7K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as ghost
Read
+Library
Tiga Mayat Satu Takdir

Tiga Mayat Satu Takdir

"Paman, jaga warga di sini. Kami akan ke atas dan menghentikan ghoul itu sebelum mencapai pintu." Sarah melangkah maju, rambut pirangnya yang kusut tergerai di pundaknya, dan matanya berpendar ungu saat ia memfokuskan **Mata Sihir**. "Kael, ghoul itu sudah sangat dekat. Auranya... gelap, tebal, seperti lumpur yang mendidih. Ini bukan ghoul biasa—ada sesuatu yang salah dengannya, seperti eksperimen yang hidup."
102.6K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as ghost
Read
+Library
Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Ia memejamkan mata, mencoba memindai musuh melalui sistemnya. [Ding!] [Menganalisis Entitas Musuh...] [Nama: Ancient Death Guard (Pasukan Kematian).] [Deskripsi: Ksatria kuno dari era 'Perang Tanpa Nama' yang dibangkitkan menggunakan sihir terlarang 'Blood Necromancy' milik Eleanor.] [Peringatan: Tubuh mereka kebal terhadap serangan fisik biasa. Inti jantung mereka mengandung darah terkutuk yang hanya bisa hancur oleh energi Aether Murni.]
1.4K viewsCompletedAdded to Library 28 Times as ghost
Read
+Library
BATARI

BATARI

bisik Lenka sebelum sosoknya memudar menjadi asap merah yang pekat. Freya memeluk Batari, menyadari bahwa gadis kecil yang ia sayangi telah mati malam itu. Yang tersisa hanyalah Batari yang baru; cantik, mematikan, dan membawa serta hantu dari masa lalu. "Bawa aku ke sana," ucap Batari. Suaranya kini terdengar berbeda—lebih berat, bergetar dengan nada ganda yang mengerikan. "Malam ini, mawar itu telah layu. Dan durinya akan mulai tumbuh."
10536 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as ghost
Read
+Library
Kimmy vs Hantu Tampan

Kimmy vs Hantu Tampan

tanyaku pelan sambil tetap berjaga-jaga. Namun di dalam batinku, aku tak bisa menyangkal bahwa rasa takut mulai merayapi hatiku, meski kututupi dengan tampang tenang. Apa aku sudah membuat kesalahan besar dengan masuk ke sini? Tiba-tiba, suara tawa seorang wanita dewasa menggema memenuhi ruangan, dingin dan menyakitkan telinga. Dari atas loteng, sosok itu muncul—seorang hantu bertubuh tambun dengan makeup yang mencolok. Matanya gelap seperti jurang tanpa dasar, rambutnya tergerai hingga menyentuh lutut, memberiku kesan bahwa kematian saja tidak cukup untuk mengekang kebrutalannya.
786 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as ghost
Read
+Library
PARANORMAL CANTIK

PARANORMAL CANTIK

Setelah menguasai keadaan di dalam dimensi gaib itu Alena berjalan sampai di ujung lorong yang panjang. Di hadapannya telah berdiri satu makhluk gaib yang tinggi besar berkepala botak menatap tajam kepada Alena. "Jenglot gua, aku yakin kamu yang menjadi dalang kematian mendadak di alam manusia!" Bentak Alena dengan garang.
1036.1K viewsCompletedAdded to Library 829 Times as ghost
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status