Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PRESENCE & TIME

PRESENCE & TIME

Setelah mengucapkan itu, Nenek penjual bunga mawar itupun pergi meninggalkan Amelyce dengan berbagai ribuan pertanyaan muncul yang belum menemukan titik terangnya. "Garis takdir?" -Presence&Time- Waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam. Hembusan angin dingin menerpa kulit Amelyce yang terbuka, gadis itu duduk di dekat jendela menikmati bentangan bintang di atas sana. Suara daun kering saling bergesekan, udara dingin semakin kencang menerbangkan beberapa helai rambut Amelyce, sepertinya sebentar lagi hujan akan turun.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as give me one moment in time
Read
+Library
Turn Back Time

Turn Back Time

pungkas Tristan cepat, sembari mengalihkan perhatiannya ke layar yang ada di hadapannya. Sebenarnya Tristan bingung ingin melakukan apa kala itu karena sebenarnya ia tidak mempunyai pekerjaan yang penting. Namun, ia sangat bingung dan pening memikirkan cibiran Randi tadi, Tristan menggeleng sejenak kemudian melirik jam dinding yang tertempel di dinding. “Sudah waktunya shalat dzuhur,” ungkap Doy mengikuti arah pandangan Tristan.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as give me one moment in time
Read
+Library
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Ia bisa mengingat jeritan. Revana masuk tanpa mengetuk. “Kita punya waktu sedikit,” katanya cepat. “Apa maksudmu?” “Kiram meninggalkan pesan. Kunci kedua dijaga oleh waktu. Artinya, kita harus kembali ke titik waktu tertentu. Dan hanya satu orang di sekolah ini yang bisa menembus waktu…” Ilham menoleh. “Siapa?” Revana menjawab pelan. “Davin.”
101.6K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as give me one moment in time
Read
+Library
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

"Satu menit lagi, dan kita harus kembali ke dalam." Mereka benar-benar bertahan di sana selama satu menit. Sebuah jeda waktu yang singkat namun terasa luas. Satu menit tanpa pertengkaran, tanpa tekanan profesional, hanya berbagi ruang di bawah langit yang sama sebelum air langit benar-benar jatuh membasahi bumi.
939 viewsOngoingAdded to Library 33 Times as give me one moment in time
Read
+Library
Mengulang Waktu Untuk Membalasmu

Mengulang Waktu Untuk Membalasmu

Tentu karena sifat naifnya di masa lalu yang selalu menuruti perkataan sang Ibu Tiri. ”Tunggu, apa ini? Bukankah aku sudah mati?” tanyanya dalam hati. Leyna berdiri dan mencari benda pipihnya. Betapa terkejutnya ia saat melihat waktu yang tertera. 08 Agustus 2019.
1025.7K viewsCompletedAdded to Library 513 Times as give me one moment in time
Read
+Library
Once in A Blue Moon

Once in A Blue Moon

Ia terbelalak melihat lampu sinyal pejalan kaki menunjukkan warna merah. Bella yang bingung dan kaget, hanya bisa diam saat sinar lampu dari truk itu semakin menyilaukan. Tiba-tiba waktu terasa berjalan dengan lambat, semua kenangan manis dan pahit hidupnya tiba-tiba datang. Segala kemarahan dan penyesalan dalam hidupnya membuat hatinya semakin sakit. Terakhir yang ia dengar, seorang pria memanggilnya sambil menarik tangannya, "BELLAAAA!!!"
2.0K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as give me one moment in time
Read
+Library
Kembali Ke Masa Lalu

Kembali Ke Masa Lalu

—batin Moly. Moly tidak menyangka bisa seperti ini. Jadi dia tidak akan menyia-nyiakan waktunya ini lebih lama lagi. Karena ini waktu yang tepat menyatakan semua yang sudah dia pendam dari sekolah dulu. dan dia juga akan menyiapkan janjinya itu kepada Tora. **
105.6K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as give me one moment in time
Read
+Library
Batas Waktu

Batas Waktu

ucapnya tertawa. “Gue lolos…satu tim sama Raffa.” Jelasnya dengan senyuman manis yang membuat Aqilla terdiam sepersekian detik menatap pemandangan indah di depan matanya, sebelum akhirnya ia benar-benar tersadar.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as give me one moment in time
Read
+Library
No One

No One

<3 lilly 08/06/2021
102.6K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as give me one moment in time
Read
+Library
Once Again

Once Again

Sinar bulan menerobos masuk lewat lubang-lubang kecil yang ada di dalam kamar Al. Menerpa wajahnya yang tergeletak di bawah balutan selimut berwarna putih bersih. Al menggeliat sambil meluruskan badannya yang terasa begitu kaku sehabis perjalanan jauh tadi pagi. Perlahan ia meraih ponsel yang ada di meja dekat dari tempat tidurnya. Ternyata memang sudah malam. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 malam.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as give me one moment in time
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status