Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BANGKIT

BANGKIT

Drtt drttt drrrtt Handphone Aini bergetar, ia bergegas membuka pesan yang masuk. 'Happy birthday gadis kecil, maafkan Abang yang belum bisa ngucapin langsung ke kamu. Kamu mau hadiah apa dari Abang?' Aini menerima pesan dari Arghanta, kaki tangan ayahnya dan merupakan sosok Abang yang selalu Aini sayangi. "Cie cie ada yang dapat pesan dari ayangnya ni," goda Rama. "Apaan sih kalian, ini cuma pesan dari bang Anta. Udah lanjut lagi makannya keburu bel masuk nanti!" ucap Aini mengalihkan pembicaraan.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai gundukan
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

Anthony juga berusaha menghubungi nomor ponsel Sean, bahkan pergi ke tempat kerjanya, akan tetapi dia juga tidak menemukannya. “Benar Kak, aku sudah menelitinya sampai 3 kali, ternyata ada peningkatan saat kita setor kardus dan dupleks, sedangkan di gudang kita sudah memiliki 5 ton kardus dari tetangga yang menukarkan sampah, belum lagi kita beli dari toko-toko di kota ini,” “Besi juga lumayan banyak bulan ini, tapi tetap tidak bisa mengalahkan kardus,” terang Bondan antusias.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai gundukan
Baca
+Pustaka
RUSAK

RUSAK

Sarah sebenarnya lelah, namun Sarah tidak mampu berhenti. Sarah menuju sebuah bangku panjang di tempat itu, bangku yang biasa dipakainya berjemur. Sarah membaringkan tubuhnya di sana sambil melipat tangannya di atas perut. Langit masih menjadi satu-satunya hal yang dia lihat saat ini. Tiba-tiba seekor burung gereja hinggap di bangku sebelahnya. Ya, di sana ada dua bangku. Bangku milik Nindi berada persis di sebelahnya.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai gundukan
Baca
+Pustaka
Catatan Si Boi

Catatan Si Boi

tanya Detektif Parkin. Mendengar pernyataan itu Galang lalu memperhatikan taman dengan lebih teliti. Akhirnya setelah beberapa lama menatap dia menemukan kejanggalannya. "Ada beberapa pohon yang ditanam pada gundukan tanah yang lebih tinggi dari yang lain. Panjang gundukan itu setengah dari lebar taman ini. Artinya kurang lebih dua meter." jawab Galang. "Tepat. Gundukan sepanjang dua meter, biasanya gundukan itu adalah kuburan manusia." kata Detektif Parkin lagi.
9.916.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 504 kali sebagai gundukan
Baca
+Pustaka
Tangisku

Tangisku

"Enggak kok tadi mau bangun terus jatuh" Cindi selalu beralasan karena dia malu setelah dia patah hati tetapi mimpi seperti iru. “Apa kamu merasakannya? Sesuatu yang bergetar di hatimu, terasa seperti saat kamu menggigil karena dingin. Atau bahkan, terasa seperti kamu sedang merasakan kegugupan yang memuncak?”
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai gundukan
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

Sahut Bu Ambar "Bisa jadii.. Atau malah....." Kata Bu Cindi mengantungkan kata-kata yang akan di ucapkan "Apa sih? Dari tadi di potong-potong mulu kalau cerita" kesal Bu Ami. "Hehehe.. Jangan-jangan di Bogor, Pak Aryo kerjanya gak Halal lagi. Mangkanya keluarganya jadi berantakan." Tebak Bu Cindi
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai gundukan
Baca
+Pustaka
Ganteng-Ganteng Duda

Ganteng-Ganteng Duda

"Tapi Tante enggak bolehin." "Tante jahat tahu enggak sih?" "Ini kan demi kebaikan kamu. Kalau kamu banyak makan-makanan manis, gigi kamu bakalan ompong, berlubang dan sakit. Kamu enggak tahu ya rasanya sakit gigi itu gimana?" Omel Lia kepada Gilang yang nampak acuh dan tak acuh. "Huh, untung Tante bukan Mama aku. Mama enggak pernah nakut-nakutin aku kayak gini soalnya."
692 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai gundukan
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

"Seratus Ribu Pegunungan Besar?" Ewan agak bingung. Dia belum pernah mendengarnya sebelumnya. Apa benar ada seratus ribu gunung? Nazar menjelaskan, "Yang disebut Seratus Ribu Pegunungan Besar itu sebenarnya hanya sebutan untuk sekelompok pegunungan, sama seperti Lima Puncak. Ada yang namanya Gunung Kuning, ada yang namanya Gunung Angkara."
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.8K kali sebagai gundukan
Baca
+Pustaka
Berondong Buleku

Berondong Buleku

perintah Andin membuat Luna berjalan tergesa mengikuti langkah kakinya. Sementara itu, di pantai mereka duduk-duduk di tepian dengan berbagai makanan yang ada, keadaan yang minim cahaya membuat Richo asal mengambil salah satu makanan dan tak lama ia terbatuk sambil terus menggaruk wajah dan tangannya yang tiba-tiba terasa gatal. "Cho, lo kenapa? Muka lo bengkak?!" tanya Revan saat memperhatikan temannya yang sibuk menggaruk.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai gundukan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status