WHO?
Satu persatu jari gue dia pegang, pertama jari telunjuk gue, dia mengarahkan gunting yang udah dia pegang ke pangkal jari telunjuk gue, dengan perlahan dia menekan gunting itu sampai jari telunjuk gue terputus.
“Aaaaaaaaa.” Gue teriak sekencang-kencangnya, dan sialnya apartemen gue dilengkapi dengan kedap suara sehingga tetangga unit apartemen gak akan terganggu dengan kegaduhan dari setiap unit apartemen yang lain. Dan hal ini adalah hal yang gue sesali, karna mau sekencang apapun gue berteriak, suara gue gak akan sampai keluar sana. Oh shit!
Capítulos Populares