Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Setiap kata yang ia ucapkan seolah menggema di dada pendengarnya. “Dulu,” lanjutnya, “aku pernah menulis karena takut kehilangan. Aku pikir tulisan bisa membuat sesuatu tetap hidup. Tapi kemudian aku belajar, bahwa menulis bukan untuk menahan, melainkan untuk merelakan. Setiap kalimat adalah bentuk cinta — dan cinta sejati tidak memaksa untuk dimiliki.” Di barisan belakang, Arga duduk diam, mendengarkan dengan mata berbinar. Saat acara selesai, ia mendekat membawa sebuah buku catatan.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as hakikat menulis
Read
+Library
Pacarku Ganteng, tapi Konyol

Pacarku Ganteng, tapi Konyol

Menuliskan kisah cinta sendiri ternyata jauh lebih sulit ketimbang menulis kisah khayalan. Di dalam ceritanya, ia menuliskan sesuai dengan fakta yang ada. Bahwasanya, Kianna menjadi sosok yang menyukai seseorang yang sudah memiliki pasangan dalam diam. Rasa sakit yang ia rasakan, ikut tertuang di dalam tulisannya. Jika ia mau, Kianna bisa mengubah alur cerita menjadi tokoh utama berbalik menyukainya, tetapi bukan itu yang Kianna mau. Ia mencoba menulis serealistis mungkin berdasarkan fakta. *****
1027.5K viewsCompletedAdded to Library 716 Times as hakikat menulis
Read
+Library
Terbelenggu Takdir

Terbelenggu Takdir

"Saya sangat paham soal itu. Saya hanya … merasa bahwa Anda adalah penulis yang sangat berbakat. Setiap cerita yang Anda tulis bukan hanya sebagai bacaan fiksi, tapi juga sebuah pembelajaran yang berisi pengalaman hidup, kesempatan, dan mimpi. Anda selalu berhasil membuat para pembaca termotivasi dan mencintai setiap karakter-karakter yang ada di dalamnya." Daksa memperhatikan wajah Natya lekat sambil mendengarkan wanita itu mengungkapkan pendapatnya. Seketika hati Daksa menghangat untuk sesaat begitu melihat ekspresi tulus singgah di wajah Natya. "Natya." "Iya?" "Apa kamu pernah merasa kehilangan tujuan hidup?" "Kenapa Anda bertanya seperti itu? Apa alasan Anda berhenti menulis karena kehil
104.2K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as hakikat menulis
Read
+Library
CEO Brondong itu Kekasihku

CEO Brondong itu Kekasihku

jawabku meluruhkan senyumnya seketika. Panjang lebar aku jelaskan kalau menulis itu tidak sekadar mengetik. Kerjaan ini tidak ubahnya seperti karya ilmiah yang biasa dia lakukan. Bedanya, penulis tidak melakukan percobaan yang nantinya dibahas berdasarkan tulisan ilmiah sebelumnya. “Sudah jelas, kan. Menulis tidak semudah bikin mie instan,” ucapku dengan kesabaran mulai terkikis.
1043.7K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as hakikat menulis
Read
+Library
Dipaksa Menikah dengan Suami Sahabatku

Dipaksa Menikah dengan Suami Sahabatku

Harusnya dirinya mengaku bergabung di komunitas menjahit saja walau nyatanya dirinya tidak bisa menjahit. "Sebenarnya saya hanya pembaca karya-karya mereka. Saya belum mencoba menulis karya sendiri. Saya masih kurang percaya diri." Kalista tertawa garing setelahnya. Bian mengangguk-ngangguk mengerti. "Harusnya kau terobos saja. Bisa dimulai dengan menulis jurnal keseharianmu. Tuangkan saja semua yang kau pikirkan ke dalam tulisan."
3.5K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as hakikat menulis
Read
+Library
Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku

Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku

tanya Rina, mencoba membuka percakapan. Fahmi berhenti sejenak, lalu menjawab, “Aku penulis.” Rina menoleh cepat, matanya berbinar. “Serius? Penulis?” Fahmi mengangguk. “Ya. Aku menulis novel online, novel cetak, esai, kadang juga artikel lepas. Bekerja dari rumah, jadi lebih fleksibel.” Rina mendadak kagum. “Wah … keren sekali. Aku suka baca, meski belakangan jarang. Tapi aku nggak pernah membayangkan bertemu langsung dengan seorang penulis.”
10103.9K viewsCompletedAdded to Library 3.7K Times as hakikat menulis
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Berhasil. Paradoks Kedua: Paradoks Kebenaran. The Analyzer memproyeksikan wajah Sang Penulis Perdana yang sedang duduk di sebuah ruangan sempit, mengetik dengan komputer tua, merasa kesepian. "Lihat penciptamu. Dia hanyalah manusia biasa yang penuh kekurangan. Segala perjuanganmu hanyalah hasil dari ketikan jarinya. Jika dia berhenti mengetik, kau mati. Bagaimana kau bisa merasa bebas jika kau tahu kau hanyalah boneka?"
904 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as hakikat menulis
Read
+Library
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Menulis terasa intim, lebih dari berbicara di depan orang. Rendra mendorongnya lembut. “Kamu selalu menulis di buku. Mungkin kamu siap berbagi dengan cara lain.” Anggi akhirnya datang. Di ruangan kecil itu, ia mendengar cerita-cerita yang tidak ingin dipoles. Ia menulis tanpa tujuan publikasi—hanya untuk jujur. Ketika membaca tulisannya sendiri dengan suara pelan, tangannya gemetar. Tapi ia tidak berhenti.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as hakikat menulis
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

“Kau datang untuk menghentikan kami?” “Tidak,” jawab sosok itu. “Aku datang untuk mengingatkan kalian bahwa menulis bukan hanya tentang keberanian untuk memulai, tapi juga untuk gagal, diulang, ditinggalkan… dan tetap memilih untuk mencinta.” Seketika, dunia mulai berubah. Tidak meledak. Tidak runtuh. Tapi bergeser seolah-olah realitasnya sedang menulis ulang dirinya sendiri berdasarkan kalimat yang tidak diselesaikan.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as hakikat menulis
Read
+Library
Betty da Jogja

Betty da Jogja

BINAR YANG TAK MAU PUDAR Senyum mengembang di bibir Menul. Hari ini ia begitu terlihat sumringah. Tiba-tiba ada kekuatan yang merasuk di dirinya, bahwa ia bisa menulis. Terbukti tulisannya mendapat apresiasi. Ia tidak peduli, meski tidak ada satupun orang yang mengetahui bahwa tulisan yang di rubrik itu adalah buah karyanya. Bagi Menul, saat tulisan itu mendapat apresiasi, itu sudah lebih dari cukup sebagai bukti bahwa tulisannya layak dibaca orang lain.
107.4K viewsOngoingAdded to Library 237 Times as hakikat menulis
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status