Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ikhlaskan Hatimu, Aku Pergi!

Ikhlaskan Hatimu, Aku Pergi!

Jawaban Zahira membuat Fajar mengernyitkan keningnya. "Jujur saja kak, sejak kecil aku suka menulis cerita, aku ingin menulis cerita online. Kulihat di media banyak yang memperoleh uang yang banyak dari menulis padahal mereka hanyalah ibu rumah tangga sama dengan diriku!" Fajar mengamati Zahira dengan seksama, melihat istrinya itu menatapnya penuh harap akhirnya dia mengangguk. "Tapi ada syaratnya!"
2.1K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as hakikat menulis
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 22 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Selama beberapa bulan ini ia kerap memperhatikan ilmu tentang menulis sebuah cerita dan novel di beberapa grup menulis. Hanya tinggal memantapkan mental untuk membuat dan mengunggah di grup menulis. Setidaknya itu bisa membuat hati tahan banting untuk sebuah kritik dan saran.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 334 Times as hakikat menulis
Read
+Library
Istri Best Seller

Istri Best Seller

kata Kafkha, berbicara setelah menatap cukup lama istrinya yang duduk menyetir di sampingnya itu. “Aku lebih tidak menyangka, kamu bisa menulis dan menerbitkan tulisanku tanpa memberitahu ku. Ternyata, suamiku memiliki bakat menulis,” kata Bunga, memuji sang suami. “Ending kisah yang kamu tulis sama dengan kenyataannya. Kamu bisa sembuh dan kita berkumpul kembali bersama ….” Bunga menggantungkan perkataannya dan meraih tangan kanan Kafkha, meletakkannya ke perutnya.
2.4K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as hakikat menulis
Read
+Library
Suami Tampan Tapi Pelit

Suami Tampan Tapi Pelit

Ia menulis tanpa henti, seolah-olah kata-kata itu adalah pelarian dari kenyataan yang menyesakkan. Ketika ia selesai, ia merasa sedikit lega. Menulis adalah satu-satunya cara untuk mengingatkan dirinya bahwa ia masih memiliki suara, meskipun suara itu sering kali tidak didengar oleh orang-orang di sekitarnya.
905 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as hakikat menulis
Read
+Library
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Aku menggerakkan jariku untuk mengetik kalimat penutup sesi menulis subuh ini. Yang paling sulit bukan jujur tentang orang lain, tapi menulis tentang dirimu sendiri tanpa berpura-pura jadi korban. Aku menekan tombol simpan dengan tegas. Suara klik pada laptop terdengar seperti akhir dari sebuah kepura-puraan panjang. Matahari mulai muncul di balik gedung pencakar langit Jakarta, tapi kali ini, aku tidak lagi takut pada cahaya yang akan menyorot setiap sudut gelap hidupku.
9.471.7K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as hakikat menulis
Read
+Library
EUFORIA

EUFORIA

Hal pertama yang membuatku terkesan adalah tulisan tangannya yang sangat rapi dan memiliki nilai seni tinggi. Kurasa itu hanya penilaian subjektif dari seorang laki-laki yang tulisan tangannya sangat berantakan. “Sebenarnya apa yang lo tulis?” “Hanya sebuah catatan kecil, kok. Ini nggak penting bagi kamu.” “Kadang-kadang, kita butuh mengetahui hal yang nggak penting. Jadi, gue ingin tahu. Untuk apa menulis?” “Menulis berarti mengabadikan sebuah momen. Dan menulis bisa berarti banyak hal, tergantung dari apa yang kamu tulis.”
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 363 Times as hakikat menulis
Read
+Library
Bulan di Darah Awan

Bulan di Darah Awan

Tiap lembar yang dihambur melepas dahaga yang memusnahkan. “Hanya menuangkan pena dalam kisah. Caraku berbagi suka dan duka di muka bumi Tuhan. Tiap lembar yang dihambur melepas dahaga yang memusnahkan,” ucapku di hadapannya, melafalkan tulisan yang ada di akunnya selama ini. Dia tampak sedikit terkejut. “Shadox, penulis terkenal yang identitas aslinya masih misteri kan?” tanyaku langsung. Dia hanya diam, sebelum terkekeh kecil. Apakah ini lucu baginya?
103.2K viewsCompletedAdded to Library 125 Times as hakikat menulis
Read
+Library
Unexpected Encounter

Unexpected Encounter

Hanya saja, kalau memang harus begitu Maudi lebih baik berhenti saja. “Mas, aku nggak bisa nulis yang hokya-hokya di awal cerita lah!” tutur Maudi dengan mata melotot. Sesaat kemudian Maudi menggeleng, meralat. “Enggak, diakhir pun enggak bisa, di seluruh cerita nggak akan bisa! Sinting kali!” Sekarang gantian Satria yang melotot. Memangnya kapan ia menyuruh Maudi menulis scene ‘hokya-hokya’? Dia pikir Satria ini manusia macam apa sih!
1024.9K viewsCompletedAdded to Library 746 Times as hakikat menulis
Show Reviews (21)
Read
+Library
Nur Umaya Erwin
luar biasa. hal hal yg ditulis sederhana tapi ngena dengan kehidupan nyata. gaya bahasa bisa dimengerti dan wow banget. author juga keren ngemas ceritanya. 1 lagi, bab per bab selalu menarik dan ditunggu.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Hakikat Cinta (Kamu Berhak Bahagia)

Hakikat Cinta (Kamu Berhak Bahagia)

Ia mengetik sebuah pesan. [Kamu di mana?] Tak lama terlihat Aditya sedang mengetik. [Aku lg di Bjb] Salwa bernapas lega. Setidaknya Aditya jujur padanya. [Kok nggak bilang?] Tidak ada lagi respon. Cukup lama ia menatap ponsel, tetapi pesannya tak kunjung dibaca. ***
1015.0K viewsCompletedAdded to Library 540 Times as hakikat menulis
Read
+Library
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Dari sekian banyaknya manusia, yang tidak membawa pensil, atau alat tulis, hanya aku seorang. Ah, aku kagum dengan budaya menulis Kali Asin. “Baiklah, saudara-saudara yang saya hormati. Walaupun teknologi telah berkembang pesat, tapi jangan sampai kita melupakan budaya menulis. Ilmu akan lebih mudah masuk 180% dengan menulis, dibandingkan dengan hanya mendengar, dan saya rasa semua dari kita sudah mengetahui itu.” Kata Kabisan sebagai kalimat pembuka.
1010.1K viewsCompletedAdded to Library 303 Times as hakikat menulis
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status