Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mayat-Mayat Hidup

Mayat-Mayat Hidup

cetus Candra kaget dengan pandangan tetap ke layar kaca televisi. “Kok serem banget orang-orang pada saling bunuh gitu?” Mak Ijun bergidik ngeri. Hani mengerutkan kening dengan perasaan waswas. “Itu kayak zombi di film-film,” ujarnya kemudian. “Kalo zombi ngegigit orang, lalu orang itu mati, si orang mati itu hidup lagi jadi zombi. Persis kayak video tadi.”
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai hantu mata melotot
Baca
+Pustaka
BERCINTA DENGAN HANTU

BERCINTA DENGAN HANTU

tanya Ninik. “Selama ini ibu sering melihat dek, tapi dari jarak jauh, dan kadang hanya sekelebatan saja, atau hanya bayangannya saja, lha tadi itu nampak jelas, makhluk itu berusaha mencekik adek, tapi kelihatannya dia kesulitan menyentuh adek, ekspresinya menyeramkan, apalagi aku tadi saling bertatapan, dia menatapku tajam dan mengancam, jadi aku sangat shok, meski sering melihat, belum pernah aku di tatap Hantu dengan tatapan mengancam seperti itu” tutur si ibu dengan panjang lebar. dan masih terlihat ketakutan di ekspresinya, kepalanya tolah-toleh, matanya masih jelalatan mengedar di sekeliling, bahkan tubuhnya masih terlihat gemetaran, dan berdirinya terlihat tidak stabil,
9.882.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai hantu mata melotot
Baca
+Pustaka
Cinta Wanita Matre

Cinta Wanita Matre

Apa Mamanya tidak mengerti? Karena tidak ingin disangka berlebihan lagi, selama perjalanan Grace ke Singapura hanya diisi dengan kebisuan. Di dalam mobil ataupun pesawat hanya ia habiskan dengan menyandarkan kepalanya dengan mata pura-pura terpejam di balik kaca mata hitam. Sesekali matanya melirik luar. Ia hanya mengatakan dirinya lelah alih-alih menghindari pertanyaan atas kejadian semalam.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai hantu mata melotot
Baca
+Pustaka
Dokter Bucin Dan Gadis Mafia

Dokter Bucin Dan Gadis Mafia

Matanya berputar tak tenang, memantau sekitarnya dengan rasa takut yang memuncak. "Sayang, kamu hanya bercanda, kan? Mana mungkin arwah menjaga manusia?" tanyanya dengan suara bergetar, wajahnya pucat. Gaiyyun Bai tersenyum licik, menunggu momen yang tepat. Saat Da Suan lengah, dia menyalakan TV dan memutar film horor yang paling menyeramkan. Ketika Da Suan melihat layar, sosok hantu muncul dengan efek yang menakutkan. Dia berteriak kaget, tubuhnya bergetar.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai hantu mata melotot
Baca
+Pustaka
Iblis Surgawi Turun Gunung Menjadi Ayah Setelah 6000 Tahun

Iblis Surgawi Turun Gunung Menjadi Ayah Setelah 6000 Tahun

Sebuah jimat Dao baru terkondensasi di telapak tangannya—kali ini berwarna ungu tua dengan kilatan emas di tepinya. Dengan gerakan cepat, dia mengirimkan jimat itu ke dalam medali giok. Jimat tersebut melesat seperti meteor kecil, langsung mengenai kepala hantu yang tak berdaya. Boom! Begitu jimat mengenai kepalanya, hantu yang tadinya pasrah tiba-tiba memberontak dengan keras. Tubuhnya menggeliat liar, sayapnya mengepak dengan putus asa. Energi spiritual dalam tubuhnya meledak keluar, berusaha menolak jimat yang mencoba memasuki kesadarannya.
9.7438.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.2K kali sebagai hantu mata melotot
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
RibyNabe
Big applause to Author! ......... Setelah sekian lama merasa hampa sama dunia perwebnovelan, menemukan lagi cerita yang bikin jatuh cinta sama tulisan cantiknya! Aku rasa alur ceritanya pasti ga kalah bagus, walaupun baru baca 5 chp awal? ... Semangat, Author! Sekali lagi shout out to Author!
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa. Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga dan memiliki bakat yang besar, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya s
Baca Semua Ulasan
Penghuni

Penghuni

"Heh, Mir, nyebut-nyebut. Lo liatin apaan sih?!" aku mencengkram kedua pundak Mira, wanita itu tegang. Ranti panik ketakutan melihat Mira yang seperti melihat sesuatu yang membuat Mira shack-shock. "Mir, lo jangan nakuti gue. Hantu apaan?" ujar Ranti. "Lo ... Nggak pada ngeliat? Itu di tembok bawah pohon rambutan...," ucap Mira terbata-bata, menunjuk.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai hantu mata melotot
Baca
+Pustaka
Mati Kembar

Mati Kembar

Dalam mata tertutup, tiba-tiba ingatanku membayangi sebuah pohon besar tinggi menjulang dengan hawa hitam yang melingkarinya. Tunggu! Tapi kenapa sosok perempuan bermata sendu itu terlihat mengeluarkan air mata terus menerus tanpa henti. Dan tetesan itu bening bukan seperti sebelumnya yang kulihat memgeluarkan darah. Apa mungkin hantu perempuan itu ikut bersedih dengan kejadian yang menimpa si kembar? Ah, mana mungkin hantu bisa memperlihatkan kebaikan bukan kah dalam alam mereka hanya memperlihatkan dendam terhadap manusia yang masih hidup?
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai hantu mata melotot
Baca
+Pustaka
Mimpi Kelam Lilian

Mimpi Kelam Lilian

hantu itu menyeringai, memperlihatkan bibir dan gigi hitamnya dengan ekspresi yang begitu mengerikan! Lilian seolah berhenti bernapas ketika kemudian hantu wanita itu semakin mendekat ke wajahnya. Mata hitam pekat yang membelalak kearahnya, membuat ia terjungkal dan terjerembab di atas lantai keras. Posisinya sekarang yang sedang terduduk, membuatnya leluasa melihat keseluruhan penampakan wanita yang melayang itu. Tulang yang terbalut kulit tipisnya terlihat menonjol dan mengerikan. "Aaaaaaaakkkkkhhhh!!! Pergiii!!! ... pergi kau Isabel!! Kau sudah mati!"
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai hantu mata melotot
Baca
+Pustaka
Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Bau busuk menguar bersamaan dengan suara yang membuat semua orang di meja makan itu kehilangan nafsu makannya. "Ibu jorok!" pekik Santi mendelik jijik ke arah ibunya. Aurel yang juga baru saja mau makan dibuat melotot dengan mertuanya itu. Begitupun Ardi, ia melontarkan tatapan tajam ke arah sang ibu. Bu Hilda tak peduli putrinya marah-marah seraya mengibas-ngibaskan tangannya, yang penting rasa sakit di perutnya berkurang dan itu membuatnya lega.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai hantu mata melotot
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

Airmata dia jatuh berlari menghampiri Vanya sambil berkata, “Vanya!!!! Kau memang anak yang bandel!!” Vanya menoleh, lalu dia ganti memeluk Anita dan berkata, “Maafkan aku, Mbak.” Di jalan raya kota pinggiran itu tidak begitu ramai, setelah mereka bertiga mengharu biru. Masuklah mereka bertiga ke rumah Anita untuk menenangkan diri. Anita melihat mamanya yang berjalan keluar sambil memasang kacamata yang tergantung di lehernya untuk melihat siapa yang datang.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai hantu mata melotot
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status