GREET'S WILDEST DREAM
Mataku menerawang membayangkan senyum Greet yang selalu tersungging di benakku.
"Mama ingat waktu dulu aku break kuliah karena kerja, aku ga tau tujuanku di umur segitu. Aku ga enjoy kerja, ga enjoy juga kuliah, ga berminat untuk menggeluti bidang apapun. Saat itu aku ketemu Greet, dia bukan orang yang pandai bergaul, ga peduli dengan hal-hal trend di sekitarnya, tapi dia tekun mengerjakan apa yang dia suka. Dari situ aku seolah kayak dapat dorongan positif untuk temuin hal yang aku suka, yang bisa buat aku jadi orang yang lebih baik. Aku seolah ga mau kalah semangat sama dia." Aku memutar tubuh menghadap Mama.
"Dia luar biasa Ma, aku ga akan pernah ketemu wanita seperti dia. Hidupnya penuh
Chapitres populaires