Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Buat Om Duda

Istri Buat Om Duda

"Dan kalian juga selalu nyalain bintang buatku." Malam semakin larut. Di luar, bintang-bintang Jakarta mulai muncul, bersaing dengan lampu-lampu kota. Arya dan Lintang duduk di balkon, memandang langit. "Lihat," Arya menunjuk satu bintang terang. "Itu Antares. Bintang tercerah di rasi Scorpius." Lintang tertawa kecil. "Jadi aku bintang kalajengking?"
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai hello diantara bintang
Baca
+Pustaka
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Lara tak berhenti berdecak sembari matanya terus memandang ke langit, menyaksikan kerlap kerlip bintang yang mungkin saat ini keberadaannya sudah tidak ada di jagat raya. “Lara tahu kan kalau bintang-bintang itu pusat tata surya buat planet-planet lain?” Tanya Mas Gala. “Maksudnya bintang itu matahari dong buat planet-planet lain?” Ujar Lara. “Iya, tapi namanya bukan matahari. Matahari nama untuk pusat tata surya kita.” Ucap Mas Gala. “Lara baru tahu!” Seru Lara. “Kalau gitu, banyak banget dong planet di jagat raya ini?” Lanjutnya.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai hello diantara bintang
Baca
+Pustaka
Serenade Cinta Dibawah Bintang

Serenade Cinta Dibawah Bintang

Ia mendongak ke langit yang pekat, di mana bintang-bintang bertaburan seperti saksi bisu dari segala yang terjadi malam ini. Adrian, yang sedari tadi berjalan di belakangnya, akhirnya menyusul dan berdiri di sampingnya. Hening beberapa detik, sebelum ia membuka suara pelan, “Kau selalu suka memandang bintang, ya?” Luna mengangguk, senyum tipis menghiasi bibirnya. “Bintang itu… seperti teman lama yang nggak pernah pergi. Mereka selalu ada, walau kadang nggak terlihat.”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai hello diantara bintang
Baca
+Pustaka
Gadis yang Tertawan

Gadis yang Tertawan

Semua orang seakan tersihir dan memandang arah telunjuk Bara. "Apa maksudnya, Mas?" tanya Diah kebingungan. "Kalian lihat? Antares sudah muncul di tenggara dan Vega di timur laut. Di sana ... kukira Regulus, atau mungkin Capella. Sedangkan yang ada di barat daya adalah Sirius. Pada malam seperti ini, bintang-bintang muncul membentuk titik kardinal kompas. Orang menyebutnya pilar langit dan juga gerbang surga."
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai hello diantara bintang
Baca
+Pustaka
Milky Way on The Midnight Starlight

Milky Way on The Midnight Starlight

ujarku sambil berlalu meninggalkannya yang terbengong sendirian. Orang yang suka pamer itu menyebalkan. Memangnya siapa yang minta dibacakan tentang ayat itu, ayat yang sering diceritakan orang menyebalkan itu mengenai bintang-bintang dan larangan mengikuti ramalan bintang. Antares, bintang yang paling kukenali karena dia berada di ujung rasi scorpion dan hampir sering terlihat muncul bersama milky way. Sebagai gantinya dia menceritakan tentang sirius. Orang menyebalkan itu, dasar! Bahkan dia tak juga pulang saat ini.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai hello diantara bintang
Baca
+Pustaka
Menjerat Hati Dokter Tampan

Menjerat Hati Dokter Tampan

"Wahh cantiknya!" seru Kala saat melihat hamparan bintang di langit. Saat ini dia duduk di depan tenda, beralaskan tikar dan didampingi mama papanya di sampingnya. "Papa, ayo kita hitung bintang-bintang itu." Mendengar ucapan sang anak, Liora justru tertawa kecil. "Mana mungkin kita bisa menghitung bintang itu. Jumlahnya sangat banyak, pasti sampai berjuta-juta."
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai hello diantara bintang
Baca
+Pustaka
Pengantin Pilihan Raja

Pengantin Pilihan Raja

"Dia aneh." "Hei manusia. Sebaiknya kamu jelaskan dimana kita dan mengapa ada banyak sekali bintang di langit biru. Jika tidak, aku akan dengan senang hati memotong lidahmu." "Apa yang kau katakan?!" tanyaku dingin—tanpa sadar, aku melayangkan tatapan tajam mengintimidasinya. Dan Sirrius terkejut, sedikit gentar hatinya. "Aku hanya bercanda."
9.214.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 475 kali sebagai hello diantara bintang
Baca
+Pustaka
JANGAN PAKSA AKU MENIKAH, AKU MASIH MUDA

JANGAN PAKSA AKU MENIKAH, AKU MASIH MUDA

“Cahaya itu bagus. Tapi terlalu umum.” “Harapan?” Alex menggeleng. “Juga umum.” Laut tiba-tiba angkat bicara. “Laut usul! Namanya Bintang!” Alex dan Shinta saling pandang. “Bintang?” tanya Alex. “Iya, Ayah. Bintang itu terang. Bintang itu cantik. Bintang ada di langit. Laut suka bintang.” Shinta tersenyum. “Bintang. Nama yang indah. Alex, bagaimana menurutmu?”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai hello diantara bintang
Baca
+Pustaka
Two Seasons of Marriage

Two Seasons of Marriage

Namun tiba-tiba senyum itu pudar seiring datangnya ingatan tentang Lily yang pernah berceloteh riang menceritakan tentang bintang. "Bintang itu jauh loh jaraknya dari bumi dan katanya lebih besar dari matahari." Lily memamerkan pengetahuannya saat itu. Rayyan hanya diam mendengarkan. "Makanya, kalau mau lihat mereka harus pakai teropong. Tapi ada sih yang bisa dilihat secara kasat mata," lanjutnya. "Cerewet." Lily tertawa. Ia memukul pelan lengan Rayyan sambil menutup mulutnya dengan tangan.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai hello diantara bintang
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Dina duduk di samping ranjang Dion sambil menatap langit dari jendela. Bintang-bintang tampak samar di balik awan, tapi satu bintang paling terang tetap bersinar. Ia tersenyum kecil “Lihat Yon, bahkan langit pun belajar dari kita tetap bersinar meski diselimuti gelap.”
867 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai hello diantara bintang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status