Koma
Namun saudaranya itu tak membalas senyumanya.
Aya membuang napasya pelan, ia harus tetap sabar, meyakinkan diri Sella adalah sahabat, dan saudara terbaiknya. Aya melakukan rutinitas sebelum tidur senormal mungkin, sikat gigi, cuci muka, kemudian tidur seranjang dengan Sella.
Tubuh Aya memeluk hangat Sella dari belakang, matanya perlahan terpejam.
Chapitres populaires