Setelah Istriku Memilih Pergi
Tatapannya beralih kepada Raka, yang tetap tenang meskipun terlihat ada ketidaknyamanan dalam ekspresinya.
“Apa tidak ada pilihan lain? Mungkin ada kamar lain di hotel sekitar?” Raka bertanya.
"Maaf sekali, Pak. Semua hotel di kawasan ini juga penuh untuk beberapa hari ke depan. Jika Bapak dan Ibu berkenan, kami bisa menyediakan partisi untuk kenyamanan di dalam kamar.”
"Maaf, Pak Raka, Bu Sarah," ujar resepsionis dengan sopan. "Karena kota Bandung sedang mengadakan acara besar, hampir semua kamar kami sudah dipesan. Kami hanya memiliki satu kamar tersisa."