Insya Allah Ada Jalan, Nak!
“Nayya!” Derryl jatuh berlutut di bawah kekasihnya, persis orang yang sudah putus asa. “Nay, asal lo tau, gue sayang banget sama elo. Kalau elo heran, kenapa selama ini gue nggak pernah mau menyentuh elo, itu karena gue bener-bener menghargai sekaligus menjaga kehormatan elo sebagai perempuan, Nay. Kalau memang selama ini gue suka ngatur-ngatur elo, itu cuma sebatas ngurusin sesuatu yang menurut gue nggak bagus dalam diri elo! Gue pengen elo jadi cewek gue yang apa adanya, nggak berlebihan, dan nggak selalu harus kelihatan beda dari cewek-cewek lainnya. Maafin gue, Nay! Please, jangan lakuin itu!”
Bab Populer