Ibuku Menikahi Suamiku
Kini kusadari mungkin tawanya yang dulu bersamaku adalah tawa palsu.
Aku tak sengaja menyentuh bingkai foto pernikahan kami yang masih tergantung di dinding ruang tengah. Kacanya dingin seperti situasiku sekarang, Aku memandangi wajahku sendiri perempuan yang dulu tersenyum penuh harapan. Di sampingku, Davin dengan jas abu-abu. Di belakang kami, berdiri Marlina dengan kebaya merah marun, tangan menempel di bahu Davin, terlalu dekat untuk ukuran mertua. Sekarang kusadari, mungkin ini sudah dimulai sejak lama. Tapi dulu aku terlalu sibuk menjadi istri yang baik, terlalu sibuk mencoba menyenangkan semua orang, hingga lupa memperhatikan siapa yang perlahan mencuri tempatku.
ตอนยอดนิยม