Aku Istri yang Tidak Dianggap
Membangun rumah tangga harmonis penuh cinta, namun nyatanya, egoku terlalu tinggi, hingga membuat mata hatiku buta, tidak dapat melihat sebuah kebenaran dan ketulusan cintanya.
Tiba – tiba bayangan Safeea yang menangis hadir memerangkapku, bayangan seorang pria bertubuh tegap yang begitu kalap memukulnya, hingga tersungkur dilantai dan membentur ujung meja makan, menendang paha dan menarik rambut panjangnya. Oh Tuhan, sesak apa ini, melihat, Safeea bangkit dengan tertatih, berjalan sambil berpegangan dinding menuju kamarnya. Ada darah segar mengalir dari pelipisnya yang membentur meja tadi.