Benih Papa Sahabatku
"Kok enggak dibales sih pantunnya, Mas?"
Daniel berpikir keras. Sebelumnya dia tidak bisa berpantun tapi semenjak menikahi Namira dan sering mendengar pantun yang diucapkannya, Daniel sedikit demi sedikit bisa.
"Hmm ... apa, ya? Duh, Mas kurang ahli masalah pantun. Bentar, bentar, Mas mau mikir dulu."
Satu detik, dua detik hingga satu menit Namira masih setia menunggu balasan pantun suaminya sambil tersenyum.