Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dahlia, Ketika Istri Membalas

Dahlia, Ketika Istri Membalas

Kata Dahlia "Dan kalau sudah ada bukti lu mau apa? mau kita hajar tapi setelah itu tetap rukun lagi?" Tristan menjadi kesal sendiri, karena beberapa kali memperingatkan Dahlia agar tak perlu balikkan lagi dengan Raja tapi Dahlia tetap saja balik lagi dengan Raja padahal sudah beberapa kali disakiti. Dahlia terkekeh melihat kekesalan Tristan. Dia tahu Tristan sangat menyayanginya bahkan mungkin hanya Tristan yang paling depan membela dia dari dulu juga.
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 23 Beses bilang iis dahlia bagai ranting yang kering
Read
+Library
Mayat di Atas Ranjang

Mayat di Atas Ranjang

Dahlia hanya bisa pasrah memelototi sobekan demi sobekan seragam penjaranya yang melayang jatuh berserakan, sampai tak ada lagi yang menempel untuk menutupi tubuhnya. Dahlia merasakan sesuatu menyentuhnya, membuka kedua kakinya lebar-lebar, kemudian memasuki organ intimnya, berkali-kali, dengan cara yang sangat menyakitkan. Air matanya mulai jatuh. Sekadar untuk menjerit pun, dia tidak bisa. Setelah beberapa saat, ketika Dahlia mengira semuanya telah berakhir. Suara itu kembali terdengar olehnya. “Sekarang, kau akan mati seperti Maya!”
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 69 Beses bilang iis dahlia bagai ranting yang kering
Read
+Library
Pembalasan Istri yang Tak Diinginkan

Pembalasan Istri yang Tak Diinginkan

Setiap kali mereka bertemu, harus sembunyi-sembunyi, agar tidak diketahui keluarga Dahlia atau mungkin tetangganya. Arya dan Dahlia duduk di bawah pohon trembesi yang rindang. Bunganya yang berwarna putih dan merah muda pada ujung-ujungnya itu berjatuhan tertiup angin seperti hujan salju. Perumpamaan itu yang dipakai Dahlia sejak kecil dulu. Biji-biji pohon trembesi dari buahnya yang sudah sangat tua dengan warna coklat kehitaman juga banyak berjatuhan di bawah pohon. Suasana seperti itu membuat hati Dahlia menghangat mengingat masa-masa kecil dulu. Dahlia suka memunguti buah dan biji-biji trembesi untuk dimakan atau sekedar dibuat mainan. Sejenak suasana hening. Dahlia mengatur napasnya. Ga
102.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 51 Beses bilang iis dahlia bagai ranting yang kering
Read
+Library
Bagaikan Daun Di Musim Gugur, Cintaku Berjatuhan

Bagaikan Daun Di Musim Gugur, Cintaku Berjatuhan

Dia adalah orang gila yang sesungguhnya, tidak ada bedanya dengan iblis. "Zarend!" Aku tiba-tiba membuka mata, mendapati diriku terbaring di sebuah ruangan yang asing. Beberapa orang yang tidak kukenal berdiri di sekelilingku. Dengan waspada, aku mengamati keadaan sekitar. Ruangan itu ditata dengan gaya klasik kuno, sangat mirip dengan latar dalam drama kolosal. "Di mana ini? Siapa kalian?" Mentor Chellyn melangkah maju, lalu tersenyum ramah. "Zarend, aku yang membuat kesepakatan dengan Kehendak Langit untuk membawamu ke sini."
3.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 88 Beses bilang iis dahlia bagai ranting yang kering
Read
+Library
Istri yang Tak Dihargai

Istri yang Tak Dihargai

Wangi parfum murahan yang menyengat membuat Alma mengernyitkan hidung. “Aku lihat, kamu mengirimkan pesan darurat. Ada apa?” tanya Athar sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi. Alma memelototinya. “Kamu serius tanya begitu? Apa kamu benar-benar nggak sadar kalau semua rencana kita berantakan?” Athar tertawa pelan. “Berantakan? Itu tidak mungkin. Rencana kali ini pasti berhasil dan—”
102.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 110 Beses bilang iis dahlia bagai ranting yang kering
Read
+Library
Dihina Karena Tidak Memakai Perhiasan

Dihina Karena Tidak Memakai Perhiasan

celoteh Andini seperti orang yang tidak terganggu pikirannya. Jamilah mendesah, jika dilihat dari cara bicara Andini, dia seperti orang yang tidak sedang kehilangan akalnya. Tapi jika sudah membahas tentang perhiasan, maka dia akan berbicara ngelantur, dengan banyaknya tali rafia yang melingkar di leher dan pergelangan tangan.
10122.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.2K Beses bilang iis dahlia bagai ranting yang kering
Read
+Library
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

"Semua itu nggak akan pernah bisa kamu berikan." Rangga terhuyung mundur beberapa langkah, seolah-olah seluruh kekuatannya baru saja direnggut paksa dari tubuhnya. Binar cahaya di matanya perlahan-lahan meredup, lalu padam. "Lintang," gumamnya lirih. "Hubungan kita selama bertahun-tahun ini, apa kamu benar-benar nggak merindukannya sedikit pun?"
2.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 71 Beses bilang iis dahlia bagai ranting yang kering
Read
+Library
Dilema Sang Gadis

Dilema Sang Gadis

Namaku Lusy, seorang mahasiswi semester akhir yang sedang magang sebagai guru bahasa indonesia. Demi memberikan kesan yang baik untuk para pimpinan sekolah, aku selalu berdandan dengan gaya yang anggun, cerdas dan sopan setiap hari.
1.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 60 Beses bilang iis dahlia bagai ranting yang kering
Read
+Library
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kulitnya seputih dingin musim dingin, matanya ungu kristal berkilat lembut namun menusuk. Bagi siapa pun, ia mungkin tampak bagai peri dari negeri lain. “Begitu teguh berdiri,” ucap Rangga sambil tersenyum miring. “Kau memang berbeda, nona besar Ishraq.” Dalia tak bergeming. “Ada banyak manusia di dunia ini yang bisa Anda jadikan pion permainan politikmu,” katanya dingin, “tapi tidak dengan diriku.”
9.857.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.8K Beses bilang iis dahlia bagai ranting yang kering
Ipakita ang mga Review (18)
Read
+Library
nanadvelyns
Halo, semua. Terima kasih Banyak yang sudah mendukung cerita Dalia sampai tamat! Penulis mau ngabarin kalau sekarang sudah ada cerita kolosal terbaru, loh! Judulnya 'Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa'. CUSSS KEPOINN!!(˵͡~͜ʖ͡°˵)ノ⌒♡*:・。.
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Basahin ang Lahat ng Review
Dikira Miskin Saat Menghadiri Hajatan Tetangga

Dikira Miskin Saat Menghadiri Hajatan Tetangga

Dahlia yang dulu terlihat begitu sungkan pada Bu Sur pun kini tak segan-segan mengibarkan bendera perang. "Buat apa kaya kalau hasil dari meminta-minta. Hina, Bu. Hina!" "Kurang ajar ya mulut kamu!" hardik Bu Sur. "Mau kutampar itu mulutmu, hah?" Dahlia melengos. Dia mengambil dua ekor ikan nila dan tiga buah tomat lalu melenggang pergi begitu saja sambil berteriak. "Kang, utang dulu. Panas lama-lama berdiri di dekat orang yang pura-pura kaya eh nggak taunya tukang minta-minta di lampu merah!"
10127.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 4.9K Beses bilang iis dahlia bagai ranting yang kering
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status