Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.760.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai imaji dalam puisi
Baca
+Pustaka
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai imaji dalam puisi
Baca
+Pustaka
Ide Gila Bapak!

Ide Gila Bapak!

Sesuatu yang tak pernah kudapatkan sebelumnya, siang itu ruang kamar begitu dipenuhi suara-suara kami. Hingga kami lupa pada masalah. Hingga kami terbuai dan betul-betul tidak keluar hingga matahari tak lagi menampakan diri, semoga saja Aima sudah berhasil dibawa Bapaknya pulang. Kurasakan Emir lebih panas hari ini, kutafsir dia begitu menahan diri saat melihat penampakan tubuh Aima. "Bila di luar sana kamu melihat yang lebih indah dariku, jangan terburu-buru untuk berpaling. Sebab, semua yang ada di luar tak jauh beda dengan punyaku."
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai imaji dalam puisi
Baca
+Pustaka
Aira's

Aira's

Aku selalu didudukkan oleh bayangan dunia kegelapan Bayangan itu selalu melayang-layang di benak ini Mengiringi setiap pijakan langkah kaki dan detak jantung Aku lemah, tanganku gontai Tangis Aira semakin pilu. Dalam keheningan yang pedih Aira menangis tersedu-sedu tanpa siapapun tau. Nyaris bersamaan Salama ikut terisak, seakan-akan ia ikut terjun sebagai peran utama dalam puisi itu.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 521 kali sebagai imaji dalam puisi
Baca
+Pustaka
Alisya

Alisya

Semaksimalnya untuk hasil terbaik. Denganmu, kami bisa melihat Dengan adamu, kami bisa membaca Dengan hadirmu, kami bisa berjuang Dengan sapaanmu, kami terhindar dari kegelapan LAMPU Puisi yang ditulis Aiys di rangkaian yang ia gambar. "TEEEEEEEETTTTTTT," bunyi bel dengan menandakan telah usai sesi dua. Juna, Aiys, dan Tasya segera mengangkat tangan dan kemudian mengemas barang-barang mereka. Sebelum beranjak mereka sempatkan berfoto dulu dan memfoto hasil karyanya.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai imaji dalam puisi
Baca
+Pustaka
Balada Cinta ShaBar

Balada Cinta ShaBar

Bahkan desah napasnya pun tak terdengar. "Aku punya fotonya di ponsel, di laptop, di mana-mana." Kutarik udara dingin sepenuh paru-paru. Uap tipis mengepul dari mulut ketika kuembuskan napas perlahan. "Kamu benar, imajinasi selalu melampaui gambar apa pun yang terlihat. Membuatku bisa mendekap Ibu yang tak pernah terdekap, menyentuh wajahnya yang tak mungkin disentuh. Itu arti imajinasi buatku." "Melampaui batas, ya?" gumamnya disertai embusan napas pelan yang terdengar halus di kuping, "aku ngerti."
1015.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 412 kali sebagai imaji dalam puisi
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menjadi Sugar Babby

Terpaksa Menjadi Sugar Babby

tebak Ima Ima, yang bingung dengan reaksi Siti, mencoba mencari tahu apa yang membuat temannya begitu gugup. "Siti, kenapa kamu begitu gugup? Apa ada yang salah dengan topeng ini?" tanya Ima dengan wajah penuh rasa penasaran.
1010.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai imaji dalam puisi
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kelam hari adalah rasa Manusia suci sungguh tiada Kecuali dia sang Baginda Padanya kita meminta Tentang dunia yang nanti fana Akhirnya, manusialah pencinta Agar sampai kepadanya Akhirnya kami menuliskan lagi puisi pada sebuah tembok yang belum tertulisi, atau tiada gambar di sana. Mei tidak bertanya soal arti, atau maksud mungkin, yang tertuang dalam puisiku tadi. Jika bertanya, aku akan menjelaskan kepadanya bahwa, “Aku juga tidak tahu!”
8.910.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai imaji dalam puisi
Baca
+Pustaka
Venturas

Venturas

ucapnya sambil mempersilakan aku duduk. "Nenek moyang kami memiliki kelebihan dari manusia biasa. Mereka mampu membuka gerbang ke dunia dongeng atau yang kami sebut Imaji. Mereka yang dapat masuk ke dalam dunia Imaji ini disebut Venturas. Para Venturas mampu hidup di dunia Imaji layaknya di kehidupan nyata, sehingga banyak dari para Venturas yang memilih hidup di dunia Imaji."Ia menghela napas sejenak kemudian meneruskan kalimatnya "Dan salah satu yang terlena dengan dunia Imaji adalah ayah Erza, semua buku yang terpajang di kamar erza adalah karangan ayahnya. Itulah kenapa Erza menyimpan buku-buku tersebut, karena dia yakin ayahnya berada di salah satu imaji buku tersebut." "Maaf, tapi seja
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai imaji dalam puisi
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

teriaknya, sementara akar-akar di bawah istana menjerat server-server hingga meledak. Di seberangnya, La Ode Harimao—matanya kini lubang hitam mini—membentangkan tangan. "Kita adalah puisi," gumamnya, suaranya seperti gema dari lubang cacing. "Dan puisi tak perlu makna. Cukup keindahan yang merobek dada."
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai imaji dalam puisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status