Pengantin Semu
Bang Udin mengamati rumah mereka yang masih acak acakan.
'Mahal juga dari bawah ke sini dua puluh lima ribu,' gerutu Seina.
"Ini kembaliannya, Dek." Bang Udin menyerahkan uang lima ribu ke tangan Seina, "Pasti mau bilang mahal, ya?" sambung lelaki buncit itu.
Seina menjadi malu, bagai mana mungkin dia bisa tau apa yang sedang dipikirkan olehnya.
"Maklum aja, Dek. Kan, dua kali pengantaran. Pertama dari warung nasi ke warung sembako, ke dua ... dari warung sembako ke sini," terang Bang Udin.
Hot Chapters