Jarak Rindu
Ia mengangkat wajah, dan matanya bertemu dengan mata laki-laki yang seharusnya hanya ada dalam ingatan.
Elric Mahendra Adiwangsa.
Lebih dewasa, lebih tenang… lebih sulit untuk dihadapi. Dan yang pasti, lebih sulit untuk dilupakan.
Naya menggigit bagian dalam pipinya dan menarik napas dalam-dalam, mencoba untuk menenangkan diri.
Tidak. Tidak ada waktu untuk nostalgia.
Hari ini, ia harus profesional.
Ia melanjutkan presentasi — suara stabil, slide berjalan lancar, pointer bergerak dari satu diagram ke diagram lain.
Hot Chapters