Suara Desahan Di Kamar Iparku
Gedoran pintu itu kembali terdengar hingga membuat dinding-dinding yang ada di sekitar pintu itu terasa bergetar.
"Iya, Mas, sebentar," ucap Arita tergugup.
Arita pun bergegas menyibak selimut yang menutupi tubuhnya sebatas dada, lalu ia mulai menurunkan kedua kakinya. Digunakannya sepasang sandal pada kakinya, lalu ia pun berjalan menuju ke arah pintu dengan langkah yang tergopoh-gopoh.
Semakin terkejutlah Arita saat kedua netra itu sempat melirik ke arah jam yang menggantung di dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi.