Gadis Kesayangan Tuan Adrian
Aku bisa merasakan rasa pilu yang ia simpan.
Kak Adel mengusap bahunya pelan.
“Aku sudah tidak mau menangis lagi,” ucap Nona Risa lirih. “Kata Adrian, tidak ada gunanya aku menangis.”
Aku sedikit tidak setuju dengan pendapat itu. Jadi, aku menyanggahnya, “Tapi menurut saya ... dalam beberapa kesempatan, tidak apa-apa kalau Nona memang ingin menangis. Setidaknya, dengan begitu Nona bisa merasa lebih tenang.”