Dilema Arini
“Oh, kalau itu aku enggak ngerti, Bu! Jawab Sari.
Terdengar suara Arsy menangis Arini pun segera masuk ke kamar dengan di ikuti Sari.
Sore harinya setelah Sari pulang, Arini masih ke pikiran dengan material pasir yang di turunkan di depan rumah kontrakannya. Dia duduk termenung sambil memangku Arsy di kursi tamu.
Thok ... thok ... thok!
Terdengar pintu di ketuk seseorang membuyarkan lamunan Arini.
“Ya, sebentar,” kata Arini sambil berjalan masuk ke kamar untuk menidurkan Arsy di kamar. Setelah menidurkan Arsy di kamar tidurnya, Arini keluar membukakan pintu dan terlihat seorang wanita paruh baya.
“Maaf ada keperluan apa, ya,” kata Arini ketika melihat tamu yang belum di kenalnya.
Hot Chapters