PANGGUNG HEBOH
"Kau buat ku s'perti kesambet, kau buat dompetku rapet. Begitu cintamu kudapet, eh kamu itu jeruk sepet."
Syair asli dibuat dalam bahasa Melayu sebetulnya. Namun setelah di Jakarta, BJ mengubah untuk terdengar lebih kekinian dan gaul. Dan ide itu cukup cemerlang karena buktinya di dalam bis, saat itu, para penonton sangat menikmati. Sopir dan kernet pun demikian. Mereka begitu menikmati dan tak lagi peduli ketika di beberapa halte yang seharusnya berhenti sopir tetap saja melajukan kendaraannya.
"Juminten oh Juminten, Jadilah Jumali kembali. Juminten oh Jumintan, masa‘ jeruk minum jeruk..."
Hot Chapters